Maros – reaksipress.com – Terbentuknya Forum Komunikasi Guru dan Sekolah Swasta (FKGSS) di Kabupaten Maros bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi menjadi simbol menguatnya suara guru dan sekolah swasta yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian setara dalam kebijakan pendidikan daerah.
Forum ini dipimpin oleh Ansar, S.Pd., M.Pd., Gr. sebagai Ketua, dengan Muh. Nawir, S.Pd. sebagai Sekretaris. Kehadirannya membawa harapan baru sekaligus pesan tegas: sekolah swasta harus menjadi bagian prioritas dalam pembangunan pendidikan.
Ketua FKGSS, Ansar, menegaskan bahwa forum ini lahir dari realitas yang dihadapi para guru dan sekolah swasta, mulai dari keterbatasan akses program pemerintah hingga persoalan kesejahteraan guru.
“Selama ini masih ada kesenjangan yang dirasakan. FKGSS hadir untuk memastikan suara guru dan sekolah swasta tidak lagi terpinggirkan dalam kebijakan,” tegasnya.
FKGSS mendorong adanya kebijakan yang lebih adil dan proporsional, khususnya dalam hal distribusi bantuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta dukungan terhadap pengembangan kelembagaan sekolah swasta.
Selain itu, forum ini juga akan fokus mengawal isu-isu strategis seperti kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan akses program pemerintah, hingga penguatan inovasi pembelajaran di tengah tuntutan era digital.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Maros Fraksi PKB, H. Muh. Yusuf, mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam mewujudkan keadilan kebijakan bagi sekolah swasta.
“Harus diakui, perhatian terhadap sekolah swasta memang perlu terus ditingkatkan. Kehadiran FKGSS ini menjadi pengingat sekaligus mitra strategis bagi pemerintah dan DPRD untuk memperbaiki kebijakan yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa DPRD, khususnya Fraksi PKB, akan mendorong kebijakan yang lebih inklusif agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah negeri dan swasta.
“Kami siap mengawal aspirasi ini agar benar-benar masuk dalam perumusan kebijakan daerah,” tambahnya.
Dengan terbentuknya FKGSS, diharapkan tidak hanya menjadi forum komunikasi, tetapi juga kekuatan kolektif yang mampu mendorong perubahan kebijakan secara nyata, demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih adil dan berkualitas di Kabupaten Maros.











