Minggu, April 5, 2026
27.8 C
Jakarta

Isu PHK Massal di Gudang Garam: Ini Klarifikasi dan Fakta Terbaru

spot_imgspot_img

Naional – reaksipress.com – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk kembali mencuat usai beredarnya video viral yang memperlihatkan pekerja pabrik saling berpamitan. Video berdurasi singkat yang beredar pada 6 September 2025 itu menampilkan buruh berseragam merah dan biru, memicu spekulasi adanya PHK besar-besaran.

Unggahan tersebut cepat menyebar di media sosial dan telah dibagikan ribuan kali, hingga menjadi sorotan publik.

Spekulasi PHK massal semakin menguat setelah laporan keuangan semester I 2025 menunjukkan penurunan signifikan. Pendapatan Gudang Garam turun sekitar 11–11,3%, dari Rp 50,0 triliun menjadi Rp 44,36 triliun.

Hal ini menyebabkan Laba bersih anjlok hingga 87%, dari Rp 925 miliar menjadi hanya Rp 117 miliar yang diakibatkan oleh tekanan terbesar datang dari beban cukai dan biaya produksi yang terus meningkat, sehingga mempersempit margin keuntungan perusahaan.Kondisi ini menjadi salah satu sinyal serius bahwa industri rokok sedang berada dalam tekanan berat.

Pihak manajemen segera angkat suara. Melalui HRD PT Merdeka Nusantara—penyedia tenaga kerja untuk pabrik Gudang Garam di Tuban—ditegaskan bahwa tidak ada PHK massal di Tuban. Aktivitas produksi disebut berjalan normal sejak awal tahun hingga kini.
Meski begitu, perusahaan belum memberikan klarifikasi mengenai lokasi sebenarnya dari video viral yang memicu keresahan publik tersebut.

Sementara, Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) mengonfirmasi adanya efisiensi pekerja. Setidaknya 308 buruh terdampak, sebagian melalui program pensiun dini, sebagian lain akibat tidak diperpanjangnya kontrak kerja (PKWT).

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan masih melakukan verifikasi lebih lanjut terkait kabar PHK ini, termasuk mendalami skala dampaknya terhadap buruh.

Pakar menilai isu ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi industri rokok nasional yang sedang terhimpit berbagai faktor, kenaikan cukai yang membuat biaya produksi melonjak, maraknya rokok ilegal yang menekan penjualan resmi dan penurunan daya beli masyarakat, sehingga konsumsi rokok ikut menurun.

Ketiga faktor ini membuat produsen besar, termasuk Gudang Garam, harus mengambil langkah efisiensi untuk menjaga kelangsungan usaha.

Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari manajemen pusat Gudang Garam. Meski perusahaan membantah adanya PHK massal, fakta efisiensi ratusan buruh sudah cukup menimbulkan keresahan, terutama di Kediri dan sekitarnya, yang selama ini bergantung pada industri rokok sebagai penopang ekonomi daerah.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan masih melakukan verifikasi lebih lanjut terkait kabar PHK ini, termasuk mendalami skala dampaknya terhadap buruh.

Pakar menilai isu ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi industri rokok nasional yang sedang terhimpit berbagai faktor, kenaikan cukai yang membuat biaya produksi melonjak, maraknya rokok ilegal yang menekan penjualan resmi dan penurunan daya beli masyarakat, sehingga konsumsi rokok ikut menurun.

Ketiga faktor ini membuat produsen besar, termasuk Gudang Garam, harus mengambil langkah efisiensi untuk menjaga kelangsungan usaha.

Hingga saat ini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari manajemen pusat Gudang Garam. Meski perusahaan membantah adanya PHK massal, fakta efisiensi ratusan buruh sudah cukup menimbulkan keresahan, terutama di Kediri dan sekitarnya, yang selama ini bergantung pada industri rokok sebagai penopang ekonomi daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Perkuat Silaturahmi, PC PMII dan IKA PMII Maros Gelar Halalbihalal

Maros – reaksipress.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...

Korban Tenggelam di Air terjum Jami Berhasil Dievakuasi

Maros – reaksipress.com - Dua Siswi SMA Negeri 1...

Viral Pengrusakan Mobil di Tompobulu, Labetta Revolusi: Bukan Anggota Kami!

Maros – reaksipress.com - Sebuah video viral menunjukkan aksi...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Perkuat Silaturahmi, PC PMII dan IKA PMII Maros Gelar Halalbihalal

Maros – reaksipress.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam...

FKGSS Hadir di Maros, Guru Swasta Tuntut Kesetaraan Kebijakan

Maros – reaksipress.com - Terbentuknya Forum Komunikasi Guru dan...

Aktivis Kemanusiaan Disiram Air Keras

Jakarta- reaksipress.com -  Aktivis hak asasi manusia dari Komisi...

PAC ANSOR Mallawa Audience Dengan Polsek Mallawa

Maros– reaksipress.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda...

Sutradara Maros Terbitkan Tiga Buku

Maros – reaksipress.com — Dunia literasi di Kabupaten Maros...

Anggota DPRD Fraksi PKB Maros Soroti Harga Pokok dan Arus Mudik Ramadan

Maros – reaksipress.com -  Anggota DPRD Kabupaten Maros dari...

Mudik Lebaran 2026, Polisi Prediksi Puncak Kemacetan di Maros pada 18 Maret

Maros - reaksipress.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres...

Aklamasi di Muscab, Muetazim Mansyur Nahkodai Pramuka Maros 2026–2030

Maros – reaksipress.com - Muetazim Mansyur resmi terpilih sebagai...

Lurah Bontoa Bagikan Paket Lebaran dari Dana Pribadi kepada Pegawai dan Mitra Kerja

Maros - reaksipress.com - Bulan Ramadan menjadi momentum bagi...