Maros – reaksipress.com – Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros terus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui program sosialisasi kebudayaan yang menyasar sekolah tingkat SMP di 14 kecamatan se-Kabupaten Maros.
Kegiatan yang digelar oleh Bidang Kebudayaan Disdikbud Maros itu melibatkan sejumlah tim sosialisasi yang turut didampingi mahasiswa magang dari Universitas Hasanuddin, komunitas Generasi Pesona Indonesia Maros atau GenPI Maros, serta komunitas The Journey Of Maros.
Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai sejarah, budaya, dan potensi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Maros. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diperkenalkan pada kekayaan budaya lokal, situs bersejarah, hingga destinasi wisata unggulan yang menjadi identitas daerah.
Kabupaten Maros sendiri dikenal memiliki kekayaan alam dan sejarah yang luar biasa. Salah satunya melalui keberadaan UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut menyimpan bentang alam karst kelas dunia, gua prasejarah, hingga berbagai peninggalan budaya dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi pendidikan serta penelitian.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Maros, Andi Kurniawan, mengatakan kegiatan sosialisasi itu bertujuan menanamkan rasa cinta budaya dan kepedulian terhadap sejarah daerah sejak usia dini.
“Generasi muda harus mengenal identitas daerahnya sendiri. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan sejarah, budaya, dan potensi wisata Maros kepada para siswa agar mereka memiliki rasa bangga dan ikut menjaga warisan budaya yang ada,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter pelajar yang tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari jati diri masyarakat Maros.
“Maros memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang sangat besar. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya pelestarian budaya sekaligus menjadi generasi yang mampu mempromosikan potensi daerahnya sendiri,” lanjutnya.
Selain penyampaian materi, tim sosialisasi turut menghadirkan diskusi interaktif mengenai sejarah lokal, potensi wisata budaya, serta pentingnya menjaga situs bersejarah dan lingkungan. Kehadiran mahasiswa dan komunitas kreatif dalam kegiatan tersebut diharapkan membuat penyampaian materi lebih dekat dan mudah diterima generasi muda.
Program sosialisasi budaya itu pun mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun siswa. Sejumlah pelajar mengaku baru mengetahui berbagai fakta sejarah dan kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Maros.
Melalui agenda tersebut, Disdikbud Maros berharap lahir generasi muda yang lebih mengenal, mencintai, dan turut menjaga warisan budaya daerah demi keberlanjutan identitas budaya Kabupaten Maros di masa mendatang.
Laporan : Guntur Rafsanjani











