Maros – reaksipress.com – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Lapangan Pallantikang, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu malam, 12 April 2026. Acara berlangsung meriah dan khidmat, namun sempat diwarnai kepadatan hingga desak-desakan di pintu masuk lokasi.
Kegiatan keagamaan tingkat provinsi itu secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Sejumlah kepala daerah, termasuk Wali Kota Makassar dan para bupati se-Sulsel, turut hadir dalam seremoni pembukaan.
Sejak sore hari, arus masyarakat terus berdatangan. Lapangan utama dan akses menuju lokasi dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan pembukaan sekaligus memberi dukungan kepada kafilah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kepadatan terjadi di sejumlah pintu gerbang. Petugas keamanan memprioritaskan rombongan kafilah untuk masuk lebih dulu, sehingga memicu antrean panjang. Situasi sempat memanas ketika sebagian pengunjung berdesakan untuk masuk. Petugas terlihat kewalahan mengendalikan lonjakan massa, sementara sejumlah warga menyampaikan protes karena harus menunggu.
Kondisi berangsur terkendali setelah dilakukan pengaturan ulang arus masuk dan koordinasi di lapangan. Pintu akses kembali dibuka secara bertahap setelah seluruh kontingen peserta berada di dalam area.
Di luar kepadatan itu, pembukaan MTQ berlangsung semarak. Panggung utama menampilkan defile kafilah, pertunjukan seni religi, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menjadi inti kegiatan.
Pelaksanaan MTQ XXXIV Sulsel dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 12 hingga 18 April 2026. Ajang ini mempertandingkan berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tahfidz, tafsir, hingga kaligrafi Al-Qur’an, yang diikuti ratusan peserta terbaik dari seluruh daerah di Sulsel.
Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi lokal. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengaku mengalami lonjakan penjualan selama pembukaan berlangsung. Tenda-tenda kuliner dan stan produk lokal tampak ramai diserbu pengunjung.
“Sejak sore dagangan cepat habis, jauh lebih ramai dibanding hari biasa,” kata salah satu pedagang di area lokasi.
Pemerintah Kabupaten Maros sebagai tuan rumah dinilai cukup siap dari sisi infrastruktur, pengamanan, hingga pemberdayaan masyarakat. Sejumlah fasilitas penunjang, seperti area parkir, panggung utama, hingga zona UMKM, telah disiapkan untuk menampung lonjakan pengunjung.
Bagi masyarakat Maros, momentum ini memiliki arti khusus. Setelah hampir empat dekade, daerah ini kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi. Selain memperkuat nilai spiritual dan sosial, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi daerah, terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.











