Nasional – reaksipress.com – Masyarakat pesisir di Desa Tilope dan sekitarnya menyampaikan harapan agar distribusi BBM dapat berjalan lebih baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keluhan ini terutama datang dari nelayan dan sebagian pekerja tambang yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Bagi nelayan, keterbatasan akses terhadap BBM subsidi membuat sebagian dari mereka memilih menggunakan Pertamax sebagai alternatif agar tetap dapat melaut. Di sisi lain, sejumlah pekerja tambang mengaku harus membeli BBM dengan harga berkisar antara Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter dari pengecer untuk kebutuhan transportasi dan operasional harian.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Masyarakat berharap harga BBM yang mereka peroleh tetap sesuai dengan ketentuan resmi, sehingga pendapatan yang diperoleh dari bekerja dapat lebih banyak dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sejumlah warga juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah dan pihak terkait terus mengevaluasi kebijakan distribusi BBM, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan bakar dalam menjalankan aktivitas ekonomi.
Namun demikian, perlu dipahami bahwa penyaluran BBM subsidi memiliki aturan dan kriteria penerima yang ditetapkan oleh pemerintah. Penentuan pihak yang berhak menerima BBM subsidi bukan menjadi kewenangan penyalur atau pengecer, melainkan mengacu pada regulasi yang berlaku.
Masyarakat berharap pengawasan terhadap penyaluran BBM dapat terus ditingkatkan agar pelayanan berjalan adil, harga sesuai ketentuan, dan kebutuhan energi masyarakat pesisir dapat terpenuhi dengan baik.
Catatan: Informasi ini disusun berdasarkan aspirasi dan keluhan masyarakat. Diperlukan klarifikasi serta verifikasi dari pihak terkait, termasuk pengelola Pertashop, pemerintah daerah, dan pertamina.com�, untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Salam GPS Pesisir
Suara masyarakat pesisir untuk keadilan distribusi energi, kesejahteraan nelayan, dan keberlangsungan ekonomi daerah.













