Maros – reaksipress.com – Memasuki awal tahun 2026, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Maros terpantau masih berada di atas rata-rata harga normal. Komoditas ikan bandeng yang biasanya dapat dijumpai dengan harga terendah sekitar Rp10.000 per ekor, kini masih bertahan di kisaran Rp15.000 per ekor, bahkan untuk ukuran paling kecil.
Kondisi ini terjadi di tengah aktivitas nelayan yang tetap berlangsung di TPI Labuang Maros. Sejumlah pedagang mengeluhkan harga yang belum menunjukkan tren penurunan, sementara daya beli masyarakat cenderung stagnan pasca pergantian tahun.
Di sisi lain, perhatian jurnalis Reaksi Press juga tertuju pada aktivitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di lingkup TPI Kabupaten Maros. Terpantau adanya pengisian BBM jenis solar dalam jumlah besar menggunakan jeriken dan drum, yang kemudian dimuat ke perahu-perahu kecil.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan publik: apakah BBM bersubsidi itu benar-benar diperuntukkan bagi nelayan yang melaut, atau justru mengalir ke pihak lain yang berkedok nelayan?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBN maupun pihak terkait. Reaksi Press akan melakukan penelusuran dan investigasi lanjutan guna memastikan distribusi BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh jaringan mafia BBM yang merugikan negara dan nelayan kecil.
Bersambung…











