Maros – reaksipress.com — Dunia literasi di Kabupaten Maros kembali mendapat tambahan karya baru. Sutradara muda asal daerah itu, Asrul Sani Dg. Pahata, menerbitkan tiga buku sekaligus sebagai langkah barunya di dunia kepenulisan.
Arul yang selama ini dikenal melalui sejumlah karya film dan penghargaan di industri perfilman, kini memperluas ruang kreatifnya ke bidang literasi. Tiga buku yang diterbitkan berjudul “Titik Pulang Tanpa Peta”, “Sabda di Ujung Timur”, dan “Sisa Kemarin Sebelum Esok.”
Bagi Arul, Kabupaten Maros menjadi sumber inspirasi utama dalam proses kreatifnya. Ia menilai kehidupan masyarakat yang dipengaruhi budaya Bugis dan Makassar menghadirkan ruang refleksi yang kuat bagi seorang seniman.
“Maros memberikan banyak inspirasi bagi saya untuk terus berkarya. Budaya Bugis dan Makassar menyatu dalam kehidupan masyarakatnya,” kata Arul.
Menurut dia, kekayaan alam daerah itu juga memberi warna tersendiri dalam proses penciptaan karya. Hamparan sawah, pegunungan, hingga laut menjadi lanskap yang kerap memantik gagasan.
Arul diketahui lahir di wilayah Kajang. Kini ia menetap di Maros bersama keluarganya sambil terus mengembangkan berbagai karya kreatif.
Selain aktif di dunia film dan literasi, Arul juga terlibat dalam sejumlah kegiatan kebudayaan. Ia bergabung dalam beberapa komunitas pemerhati budaya di Maros dan Makassar.
Penerbitan tiga buku ini diharapkan dapat mendorong generasi muda di Sulawesi Selatan untuk terus berkarya dan memperkaya khazanah literasi daerah. Bagi Arul, kreativitas anak daerah tidak hanya bisa tumbuh di layar lebar, tetapi juga di halaman buku.











