Sulteng – reaksipress.com – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), telah menyebabkan kerusakan yang signifikan pada hari Minggu (23/6/2024). Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Akris Fattah Yunus, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir tersebut.
Di Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, sebanyak 90 KK terkena dampak langsung dari banjir bandang ini. Warga di desa tersebut saat ini menghadapi isolasi karena jembatan penghubung mereka putus akibat banjir.
Di Desa Sienjo, juga di Kecamatan Toribulu, sebanyak 30 KK terdampak, termasuk di antaranya balita, lansia, dan orang dengan disabilitas. Banjir juga menyebabkan 29 unit rumah terendam.
Akibat banjir bandang ini, satu wanita lansia bernama Andi Nur Hayati (70) tewas terseret arus banjir. Selain itu, dua warga lain dilaporkan hilang akibat kejadian ini.
Banjir bandang terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang hari sebelumnya. Sungai Toribulu meluap karena air hujan yang terus menerus dan bertemu dengan pasang air laut.
Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, mengungkapkan bahwa warga yang terdampak saat ini membutuhkan bantuan logistik, air bersih, serta peralatan berat untuk membantu dalam proses penanganan darurat. Selain itu, ada kebutuhan mendesak untuk memperbaiki jembatan yang putus dan melakukan normalisasi sungai guna mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
Pihak berwenang setempat sedang berupaya memberikan bantuan dan mengkoordinasikan upaya evakuasi serta pemulihan bagi warga yang terdampak. Mereka juga telah mengimbau masyarakat setempat untuk waspada terhadap potensi bahaya lanjutan akibat cuaca ekstrem.











