Halteng – reaksipress.com – Keputusan penyesuaian tarif angkutan oleh Organda Halmahera Tengah lahir dari proses musyawarah yang panjang dan penuh pertimbangan.
Ketua Organda bersama pengurus memilih mendengar suara anggota dan melihat langsung kondisi ekonomi masyarakat sebelum mengambil keputusan yang tidak mudah tersebut.
Namun di balik penyesuaian tarif ini, ada pesan penting yang perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pengelola SPBU, Pertashop, dan seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi BBM.
Prioritaskanlah kebutuhan masyarakat, pelaku angkutan umum, nelayan, petani, pekerja tambang, dan warga lokal yang setiap hari menggantungkan hidupnya pada ketersediaan BBM. Mereka adalah roda penggerak ekonomi daerah yang harus mendapatkan pelayanan yang adil.
Jangan sampai praktik penjualan yang lebih mengutamakan jerigen dibanding kendaraan operasional masyarakat justru memperparah kesulitan di lapangan. Ketika BBM langka, yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil.
Lebih dari itu, jika benar ada praktik penimbunan, permainan harga, ataupun dugaan pencampuran BBM yang merugikan konsumen, maka hal tersebut bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga persoalan moral dan keadilan sosial.
Keuntungan boleh dicari, tetapi jangan sampai mengorbankan hak masyarakat.
Mari kita jaga bersama distribusi BBM yang jujur, transparan, dan tepat sasaran. Sebab ketika BBM tersedia dengan baik, angkutan berjalan, nelayan melaut, petani bekerja, dan ekonomi rakyat tetap bergerak.
Rakyat tidak meminta kemewahan. Rakyat hanya ingin diperlakukan dengan adil.













