Maros – reaksipress.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif gerakan intelektual dan sosial melalui Konferensi Cabang (Konfercab) IX yang digelar di Baruga A Kantor Bupati Maros, Sabtu, 24 Januari 2026.
Mengusung tema “Optimalisasi Kepemimpinan yang Visioner dan Berdigdaya Sosial”, Konfercab ini tidak semata menjadi ajang pergantian kepengurusan. Forum tertinggi di tingkat cabang tersebut juga diarahkan sebagai ruang evaluasi, refleksi, dan perumusan arah strategis organisasi di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Ketua Panitia Konfercab IX PMII Maros, Wahyu, mengatakan bahwa Konfercab merupakan momentum penting untuk menakar sejauh mana PMII mampu menjaga kesinambungan gerakan. “Ini bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi bagaimana merancang program kerja yang relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua PC PMII Kabupaten Maros, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa kekuatan utama PMII terletak pada basis keilmuannya. Menurut dia, PMII harus terus hadir di ruang-ruang sosial melalui gerakan intelektual yang berpijak pada nilai kebersamaan dan ashabiyah dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah. “PMII bukan hanya organisasi kader, tetapi organisasi gagasan,” kata Saleh.
Sorotan juga datang dari Ketua Kopri PMII Maros, Nur Adilah. Ia menilai Konfercab sebagai ruang strategis untuk membahas peran perempuan dalam gerakan mahasiswa. “Kopri PMII harus mampu menjawab tantangan zaman dan memperkuat kontribusi perempuan, baik di ranah organisasi maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Dari unsur pemerintah daerah, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Maros, H. Suwardi Sawedi, menekankan pentingnya sinergi antara PMII dan pemerintah. Ia berharap PMII tetap menjadi mitra kritis dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ketua IKA PMII Kabupaten Maros, Abrar Rahman, menyebut Konfercab sebagai momentum strategis dalam melahirkan rekomendasi, baik secara internal melalui penguatan kaderisasi, maupun secara eksternal melalui sumbangsih pemikiran kepada pemerintah. “PMII adalah sumber daya Nahdlatul Ulama di masa depan,” katanya.
Konfercab IX PMII Kabupaten Maros secara resmi dibuka oleh Ketua III PKC PMII Sulawesi Selatan, Haidir Idris. Ia berharap forum ini mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan tangguh dalam menjawab tantangan sosial serta dinamika kebangsaan ke depan.











