Jakarta – reaksipress.com – Kericuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR pada Senin (25/8/2025) mendapat sorotan dari Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Gus Imin. Ia menilai peristiwa tersebut merupakan bagian dari dinamika politik sekaligus menjadi pelajaran penting bagi para anggota dewan.
Menurut Gus Imin, kericuhan dalam demonstrasi merupakan tanda kuat bahwa aspirasi masyarakat harus lebih diperhatikan. Ia menegaskan DPR sebagai lembaga legislatif memiliki kewajiban mendengar suara rakyat serta mengelola anggaran dengan bijak agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
“Demo yang berujung ricuh ini seharusnya menjadi refleksi. Anggota DPR perlu meningkatkan kinerja dan menyerap aspirasi masyarakat dengan lebih serius,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Kericuhan dalam demo tersebut terjadi setelah massa menolak kebijakan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak sesuai kondisi ekonomi rakyat. Aparat keamanan akhirnya menembakkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa. Polisi mencatat 351 orang diamankan, terdiri dari 155 orang dewasa dan 196 anak di bawah umur.
Gus Imin mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi, dinamika politik seperti ini adalah hal yang lumrah. Namun, ia menekankan perlunya evaluasi agar ke depan tidak ada lagi kebijakan yang memicu keresahan publik.
“Yang paling penting adalah anggota dewan bisa menjawab keresahan masyarakat, bukan justru menambah beban,” tambahnya.
Dengan sikap ini, Gus Imin berharap DPR lebih berhati-hati dalam menyusun anggaran dan memastikan keputusan yang diambil selaras dengan kebutuhan rakyat.











