Maros – reaksipress.com – Di ruang rapat Kantor Lurah Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, suasana Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) berlangsung penuh dialog dan keterbukaan. Lurah Kelurahan Pettuadae, Saripudin Talli, S.E., M.M., bersama perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga duduk membahas arah pembangunan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di kelurahan yang memiliki kode pos 90516 ini.
Musrenbang bukan sekadar forum formalitas anggaran. Sejak awal, forum ini dibuka dengan dialog intens — dari kebutuhan pelebaran jalan lingkungan hingga perbaikan saluran drainase dan pelayanan publik. Infrastruktur, lingkungan, hingga layanan sosial menjadi sorotan utama. Aspirasi warga mengalir, “Maros Lebih Baik, Baros Sejahtera, Maros Aman, Maros Sejuk” menjadi benang merah yang terpatri di setiap masukan.
Saripudin Talli menegaskan, “Perencanaan pembangunan yang baik lahir dari aspirasi langsung warga, bukan sekadar angka di kertas,” ujarnya di hadapan forum. Pernyataan ini disambut tepuk tangan peserta Musrenbang.
Forum ini juga menjadi arena bagi perangkat kelurahan untuk mempertajam skala prioritas pembangunan. Di antaranya, penyediaan fasilitas publik yang lebih ramah warga lanjut usia, penguatan sarana pendidikan setempat, serta program pemberdayaan ekonomi mikro.
Dalam catatan Musrenbang, sejumlah usulan masih membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar, antara lain perbaikan jalan poros lingkungan Kassi Lama dan peningkatan kualitas drainase di Lingkungan Buttatoa. Langkah-langkah kecil yang dirumuskan di forum ini diharapkan menjadi basis perubahan besar bagi arah pembangunan Maros ke depan, khususnya yang tepat sasaran sesuai kebutuhan warga.
Musrenbang Kelurahan Pettuadae merupakan bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan yang akan diintegrasikan ke tingkat kecamatan dan kabupaten, menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang lebih strategis. Forum ini menjadi bukti bahwa perencanaan pembangunan — di tingkat paling bawah sekalipun — lahir dari dialog yang dinamis antara warga dan pemimpin wilayah.
Dengan berlangsungnya Musrenbang, warga Kelurahan Pettuadae berharap bahwa setiap aspirasi dapat diakomodasi dalam kebijakan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.











