Selasa, April 28, 2026
30.9 C
Jakarta

Tradisi dan Syiar Berpadu dalam “Assunnak Borong Porong”

spot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Di bawah langit yang meredup, Sabtu pagi, 5 Juli 2025, halaman utama Kantor Bupati Maros berubah menjadi panggung kebersamaan yang sarat makna. Tenda-tenda putih berjajar, suara lantunan doa bersahutan dengan tangis kecil anak-anak yang sedang dikhitan. Itulah wajah dari Assunnak Borong Porong, sebuah tradisi lokal yang kembali hidup dalam rangkaian Festival Gau Maraja Leang-Leang 2025.

Tak sekadar sunatan massal, Assunnak Borong Porong adalah simpul budaya dan syiar agama yang berpadu dalam semangat gotong royong. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Maros, dan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah setempat dalam merawat warisan leluhur.

Nama “Borong Porong” diambil dari bahasa Makassar, bermakna harfiah “bersama dalam satu tempat”, namun lebih dari itu, ia mencerminkan falsafah hidup masyarakat Maros—berdiri dalam satu barisan, saling membantu, saling menguatkan.

“Ini bukan hanya tentang khitan. Ini tentang bagaimana kita membangun generasi dengan akar budaya dan iman yang kuat,” ujar Bupati Maros dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam kegiatan ini, puluhan anak dari berbagai kecamatan di Maros menjalani proses khitan secara gratis. Orang tua mereka, yang sebagian besar datang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, menyambut dengan syukur. Tak sedikit dari mereka menyebut Assunnak Borong Porong sebagai “berkah ulang tahun daerah”.

Kegiatan ini bukan hanya disokong oleh Pemerintah Kabupaten, tapi juga oleh para budayawan, tokoh agama, serta tenaga medis lokal. Kolaborasi itu menjadikan acara ini lebih dari sekadar agenda rutin: ia menjadi ajang edukasi spiritual, penguatan identitas, dan pemeliharaan tradisi yang terancam hilang oleh zaman.

Salah satu budaya, Sayyid Muhammad Danial Assaqaf Puang Rani mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberlangsungan Assunnak Borong Porong. “Ini adalah cara kami menjaga agar nilai-nilai adat tidak luntur. Tradisi ini adalah jembatan—antara masa lalu dan masa depan Maros,” katanya.

Festival Gau Maraja Leang-Leang 2025 sendiri telah berkembang menjadi etalase budaya terbesar di wilayah ini. Kehadiran Assunnak Borong Porong menambah dimensi spiritual pada perayaan tersebut, membuktikan bahwa kebudayaan dan keagamaan bukanlah dua entitas yang saling menegasikan, melainkan saling menguatkan.

Sebagaimana kata pepatah lokal, “Naia sibawa assalammu, atang matu’di” — jika tradisi dan agama berjalan seiring, masyarakat akan kokoh di tengah perubahan zaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Beda Pilihan, Satu Meja: Warung Daeng WEDA Jadi Simbol Pilkades Damai di Tilope

Tilope – reaksipress.com - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...

Korban Tenggelam di Air terjum Jami Berhasil Dievakuasi

Maros – reaksipress.com - Dua Siswi SMA Negeri 1...

Viral Pengrusakan Mobil di Tompobulu, Labetta Revolusi: Bukan Anggota Kami!

Maros – reaksipress.com - Sebuah video viral menunjukkan aksi...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Beda Pilihan, Satu Meja: Warung Daeng WEDA Jadi Simbol Pilkades Damai di Tilope

Tilope – reaksipress.com - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa...

Pembukaan MTQ Sulsel di Maros Diserbu Ribuan Warga, Sempat Ricuh di Pintu Masuk

Maros – reaksipress.com - Ribuan warga dari berbagai daerah...

Tambang Ilegal di Hutan Lindung Maros Diduga ‘Kebal Hukum’

Maros – reaksipress.com - Aktivitas penambangan ilegal batu kapur...

Perkuat Silaturahmi, PC PMII dan IKA PMII Maros Gelar Halalbihalal

Maros – reaksipress.com - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam...

FKGSS Hadir di Maros, Guru Swasta Tuntut Kesetaraan Kebijakan

Maros – reaksipress.com - Terbentuknya Forum Komunikasi Guru dan...

Aktivis Kemanusiaan Disiram Air Keras

Jakarta- reaksipress.com -  Aktivis hak asasi manusia dari Komisi...

PAC ANSOR Mallawa Audience Dengan Polsek Mallawa

Maros– reaksipress.com - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda...

Sutradara Maros Terbitkan Tiga Buku

Maros – reaksipress.com — Dunia literasi di Kabupaten Maros...

Anggota DPRD Fraksi PKB Maros Soroti Harga Pokok dan Arus Mudik Ramadan

Maros – reaksipress.com -  Anggota DPRD Kabupaten Maros dari...