PHLH : UMP Harus Adil

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Lembaga PHLH (Pemerhati Hukum dan Lingkungan) menegaskan bahwa penetapan formula baru Upah Minimum Provinsi (UMP) tidak boleh berhenti pada narasi kompromi ekonomi semata. Kebijakan ini harus dijalankan secara tegas, adil, dan konsisten agar tidak melahirkan persoalan hukum, sosial, dan lingkungan di daerah.

Penasehat PHLH, Makmoer, HT, menyatakan bahwa UMP merupakan instrumen hukum negara untuk melindungi martabat pekerja sekaligus menjamin kepastian usaha yang bertanggung jawab. Tanpa pengawasan dan penegakan hukum yang nyata, kebijakan UMP berpotensi menjadi sumber konflik baru.

“Buruh tidak boleh terus dijadikan variabel penyesuaian ekonomi, dan dunia usaha tidak boleh dibiarkan mengorbankan hak pekerja serta lingkungan atas nama efisiensi,” tegasnya di Maros, Sulawesi Selatan.

PHLH menilai bahwa kebijakan upah yang lemah pengawasan akan membuka ruang terjadinya pemutusan hubungan kerja, pengabaian keselamatan kerja, hingga praktik usaha yang menekan standar perlindungan lingkungan.

Menurut bang Moer, begitu biasa disapa, pemerintah pusat dan daerah wajib hadir memastikan formula UMP diterapkan secara objektif, transparan, dan berpihak pada keadilan. Dialog tripartit harus diperkuat, sementara pengawasan ketenagakerjaan dan kepatuhan lingkungan harus ditegakkan tanpa kompromi.

“Upah layak adalah hak pekerja, kepastian usaha adalah kebutuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan adalah kewajiban negara. Ketiganya tidak boleh dipertentangkan,” ujarnya.

PHLH menegaskan komitmennya untuk mengawal implementasi kebijakan UMP agar sejalan dengan prinsip keadilan hukum, kemanusiaan, dan keberlanjutan lingkungan hidup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

PKL Ditertibkan, Parkir Usaha di Bahu Jalan Dipertanyakan

Maros -reaksipress.com - Penertiban pedagang kaki lima di depan...

Status Lahan Duplikasi Jembatan Maros Dipersoalkan

Maros – reaksipress.com - Pembangunan Duplikasi Jembatan Maros kembali...

Wagub Malut Disambut Hangat di Loleo

Halteng – reaksipress.com - Kunjungan kerja Wakil Gubernur Maluku...

Bayi Meninggal Ditemukan di Toilet Masjid

MAROS — Warga Dusun Bonto Ramba, Desa Bonto Matenne,...

Sukhoi Overrun di Lanud Hasanuddin, Apa yang Terjadi?

Maros – reaksipress.com - Sebuah jet tempur Sukhoi milik...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Komisi I DPR Soroti Kesiapan Lanud Sulaiman

Bandung – reaksipress.com - Komisi I DPR RI mendorong...

PKL Ditertibkan, Parkir Usaha di Bahu Jalan Dipertanyakan

Maros -reaksipress.com - Penertiban pedagang kaki lima di depan...

Mangrove Loleo Jadi Tempat Sampah

Halteng, Loleo – reaksipress.com – Mangrove di Desa Loleo,...

Wagub Malut Disambut Hangat di Loleo

Halteng – reaksipress.com - Kunjungan kerja Wakil Gubernur Maluku...

Status Lahan Duplikasi Jembatan Maros Dipersoalkan

Maros – reaksipress.com - Pembangunan Duplikasi Jembatan Maros kembali...

Bayi Meninggal Ditemukan di Toilet Masjid

MAROS — Warga Dusun Bonto Ramba, Desa Bonto Matenne,...