Bukan berita, hanya opini. Tapi semoga sampai ke telinga Raja Besar & Raja Kecil yang katanya cinta rakyat.
Ketika rakyat kecil kehilangan pekerjaan karena arus teknologi dan digitalisasi, suara mereka sering hanya terdengar lewat demonstrasi.
Sayangnya, yang duduk di singgasana kekuasaan—baik Raja Besar maupun Raja Kecil—kadang hanya mendengar laporan para penjual iklan dan tukang konten.
Padahal, solusi nyata bukan sekadar pencitraan. Jika benar cinta rakyat, suka perdamaian, adil, dan makmur, maka pemimpin harus turun langsung. Bukan hanya menerima laporan, tapi duduk berunding dengan para korlap demo. Kalau perlu, pukul meja dengan tegas agar rakyat merasa didengar. Dengan begitu, kesepakatan lahir, demo batal, dan kerugian bersama bisa dihindari.
Jangan biarkan demo hanya jadi panggung bagi “pahlawan konten” yang seolah-olah membawa solusi. Rakyat butuh bukti, bukan pencitraan.
Dari rakyat untuk rakyat.











