Halmahera Tengah – reaksipess.com- Gerakan Pemerhati Hukum dan Lingkungan Pesisir Selatan Halteng (GPS) secara resmi mendesak pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten Halmahera Tengah untuk segera memberikan perhatian serius pada permasalahan lampu jalan di Dusun III Desa Tilope, yang sudah lama padam. GPS menilai, kondisi gelap gulita di wilayah tersebut telah menciptakan rasa tidak aman yang akut di kalangan warga, terutama mengingat isu-isu keamanan yang belakangan ini merebak.
Berdasarkan investigasi GPS, padamnya lampu jalan ini sudah berlangsung lama, sejak selesainya bulan puasa. Warga Dusun III, Bapak AL dan Bapak Z, pada Kamis (23/07/2026) pukul 19:23 WITA, mendatangi penanggung jawab lampu jalan, Bapak LI, untuk meminta konfirmasi.
Niat baik warga untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan cara swadaya sangat terlihat. Bapak AL dan Bapak Z menyatakan kesiapan mereka untuk menanggung biaya pengisian token listrik (PLN Prabayar) jika alasan pemadaman adalah habisnya pulsa, agar lampu jalan dapat kembali menerangi lingkungan seperti biasa.
“Kami datang ke Pak LI mau nanya masalah lampu jalan, kok sudah lama mati dari habis bulan puasa sampai sekarang. Kalau masalah di pulsa (token), kami berdua mau isi biar lampunya menyala seperti biasa,” ungkap Bapak AL kepada GPS.
Namun, hasil komunikasi dengan Bapak LI mengecewakan. Beliau menyampaikan bahwa kendala utama bukan pada token listrik, melainkan adanya masalah pada jaringan kabel. Setiap kali MCB (Miniature Circuit Breaker) dihidupkan, sakelar langsung turun kembali (trip), yang menandakan adanya arus pendek (korsleting) di instalasi.
Keterangan ini justru memancing keprihatinan yang lebih besar. Bapak Z mempertanyakan komitmen perawatan fasilitas umum tersebut. “Kalau memang ada korsleting, kenapa selama ini tidak ada upaya perbaikan? Kok dibiarkan begitu saja?” keluhnya.
GPS menegaskan bahwa lambannya penanganan masalah teknis dasar ini adalah bentuk pembiaran terhadap kenyamanan dan keselamatan warga. Penerangan jalan merupakan fasilitas umum yang vital untuk menciptakan rasa aman, yang merupakan hak dasar masyarakat, bukan hanya masalah teknis.
Keresahan warga Dusun III Desa Tilope tidak hanya terbatas pada masalah teknis lampu jalan semata. Padamnya penerangan umum ini berdampak pada rasa tidak nyaman yang semakin diperparah dengan dugaan kasus pencurian anak kecil yang baru-baru ini terjadi di desa tersebut. Insiden yang diduga melibatkan pencurian anak, anak dari Bapak AS di Dusun III, dilaporkan terjadi pada siang hari, Senin (20/07/2026), yang membuat warga, terutama para orang tua, menjadi sangat cemas dan tidak merasa tenang.
“Warga sudah sangat resah. Dengan adanya kejadian dugaan pencurian anak ini, suasana gelap seperti ini makin menakutkan bagi kami, apalagi anak-anak yang harus beraktivitas di sekitar rumah,” imbuh Bapak AL.
Gerakan Pemerhati Hukum dan Lingkungan Pesisir Selatan Halteng (GPS) menekankan bahwa pemulihan penerangan jalan di Desa Tilope adalah prioritas mendesak. GPS mendesak agar pemerintah desa dan juga pemerintah kabupaten melalui dinas terkait, segera turun tangan melakukan perbaikan teknis pada jaringan listrik yang bermasalah.
GPS akan terus mengawal permasalahan ini hingga penerangan jalan di Tilope kembali pulih seperti sediakala, dan warga Dusun III dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman dan nyaman.
GPS sendiri merupakan Gerakan Pemerhati Hukum dan Lingkungan Pesisir Selatan Halteng (GPS) adalah organisasi kemasyarakatan yang berdedikasi untuk memantau, mendampingi, dan memperjuangkan penegakan hukum serta pelestarian lingkungan di wilayah pesisir selatan Halmahera Tengah.













