Jakarta – reaksipress.com – Pemerintah ingin mendorong masyarakat lebih banyak berwisata di dalam negeri. Namun, ambisi itu berhadapan dengan persoalan lama: harga tiket pesawat yang masih menjadi beban bagi sebagian calon pelancong.
Kementerian Pariwisata menggandeng Garuda Indonesia melalui Garuda Indonesia Travel Festival (GATF) 2026 untuk memperluas promosi destinasi domestik sekaligus mendorong pergerakan wisatawan nusantara.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan peningkatan perjalanan domestik diharapkan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah tujuan wisata.
“Harapannya, peningkatan perjalanan wisatawan nusantara tidak hanya membuat semakin banyak masyarakat mengenal Indonesia, tetapi juga meningkatkan perputaran ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai destinasi,” ujarnya.
Efek ekonominya memang tidak berhenti di bandara. Wisatawan menghidupkan hotel, restoran, transportasi, pelaku ekonomi kreatif hingga UMKM. Karena itu, semakin banyak wisatawan bergerak, semakin besar pula peluang uang berputar di daerah.
Harga tiket pesawat masih menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih destinasi, khususnya untuk perjalanan antarpulau. Jika biaya menuju destinasi terlalu mahal, kampanye wisata domestik berisiko berhenti sebagai ajakan tanpa diikuti kemampuan masyarakat untuk berangkat.
Di sinilah pemerintah dan industri penerbangan dituntut tidak sekadar menawarkan diskon, tetapi merancang paket perjalanan yang benar-benar kompetitif. Salah satu gagasan yang dapat dikembangkan ialah menggabungkan tiket penerbangan dengan akses sejumlah objek wisata di daerah tujuan.
Model seperti itu dapat membuat wisatawan memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih praktis sekaligus memberi kepastian pasar bagi pelaku usaha pariwisata lokal.
GATF 2026 pada akhirnya bukan hanya soal menjual tiket penerbangan. Tantangan yang lebih besar adalah memastikan perjalanan wisatawan menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas dan tidak habis di sektor transportasi.
Pemerintah perlu mengukur keberhasilan program bukan hanya dari jumlah tiket yang terjual atau wisatawan yang bepergian, tetapi juga dari seberapa besar dampaknya terhadap pendapatan pelaku usaha dan masyarakat di destinasi.
Sebab, mengajak orang menjelajah Indonesia adalah satu perkara. Membuat perjalanan itu benar-benar menggerakkan ekonomi daerah adalah perkara yang jauh lebih penting.













