Negara Kaya yang Dipaksa Miskin

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Nasional – reaksipress.com – Freeport bisa menghidupi Amerika, bisa menggaji tentara bayarannya, bisa biayai lobi politik di Washington. Tapi Indonesia sebagai pemilik gunung emasnya, APBN-nya defisit tiap tahun. Tahun 2025 defisit Rp 371,1 triliun, tahun 2026 dipatok defisit lagi Rp 662 triliun. Kalau negara hidup dari pajak rakyat sebagai sumber terbesar, bukan dari hasil bumi sendiri, maka yang terjadi adalah pemiskinan sistemik

Hukum yang Dipermainkan. Kenapa Freeport bisa puluhan tahun mengeruk emas, tembaga, perak dari Timika dan hasilnya lari ke Freeport-McMoRan di Arizona? Jawabannya satu: aturan hukum kita dipermainkan. Kontrak Karya dibuat era Orde Baru, sangat liberal. Begitu mau direvisi, muncul mafia hukum, mafia tambang, dan oknum pejabat yang jadi beking. Aturan berubah-ubah, PP 23/2010 diubah jadi PP 1/2014, lalu PP 1/2017, lalu soal divestasi 51% molor puluhan tahun. Kepastian hukum sengaja dibuat abu-abu agar bisa di nego di bawah meja.

Negara Kalah Oleh Mafia Hitam, Indonesia ini negara kepulauan, harta dari Sabang sampai Merauke. Emas di Papua, nikel di Morowali, batu bara di Kalimantan, timah di Bangka. Tapi siapa yang kelola? Asing dan mafia hitam. Di balik nama PT-PT lokal, pemilik sebenarnya adalah cukong dan oknum pejabat. Sejak Reformasi, keran perampasan alam dibuka lebar dengan dalih otonomi daerah dan investasi. Izin tambang diobral bupati, gubernur, menteri. 2.700 lebih izin tambang tumpang tindih. Inilah perampokan legal.

Freeport Contoh Nyata Penjajahan Gaya Baru, Freeport beroperasi sejak 1967. 57 tahun. Kontrak Karya I 1967-1991, Kontrak Karya II 1991-2021. Selama itu, berapa yang masuk ke Indonesia? Hanya 9,36% saham awal. Royalti emas hanya 1%. Bandingkan dengan negara lain yang royaltinya 5-6%. Baru di era Jokowi dipaksa divestasi 51% lewat Inalum dengan utang 3,85 miliar dollar AS untuk beli saham kita sendiri. Logika gila: kita beli barang milik kita sendiri dengan utang. Dan sampai hari ini, smelter di Gresik molor terus, konsentrat masih diekspor. Siapa yang untung?

Pajak Rakyat Diperas, Hasil Bumi Disedot,
Inilah ironi terbesar. APBN kita 80% dari pajak. Pajak rakyat kecil, UMKM, buruh, pedagang kaki lima diperas habis-habisan. Ada PPN 11%, PPh, PBB. Sementara hasil tambang raksasa dinikmati asing. Freeport tahun 2023 laba bersihnya 8,4 miliar dollar AS, sekitar Rp 130 triliun. Penerimaan negara dari royalti dan pajak Freeport hanya sebagian kecil. Sisa laba lari ke Amerika. Rakyat disuruh hemat, disuruh bayar pajak, pejabatnya pesta pora bagi-bagi izin tambang.

Oknum Pejabat Pencuri yang Dipelihara, Kenapa Indonesia tidak bisa seperti Norwegia yang kaya dari minyak, atau seperti Uni Emirat Arab yang kaya dari gas, dan APBN-nya surplus? Karena di sana pencuri dihukum mati, di sini pencuri dipelihara. Oknum pejabat, jenderal, politisi, menjadi pemodal tambang ilegal. 3.000 lebih tambang ilegal beroperasi di Kalimantan, Sulawesi, Maluku. Mereka pakai alat berat, pakai tongkang, lewat depan aparat, tapi dianggap tidak ada. Karena setoran jalan terus.

Dampaknya: Penderitaan Rakyat Berkelanjutan,
Sejak Reformasi, korupsi sumber daya alam menjadi mesin utama ketimpangan. Data KPK: 70% kasus korupsi terkait SDA. Hutan gundul 15 juta hektar, laut rusak karena tailing Freeport dibuang ke sungai Ajkwa, nelayan Timika kehilangan mata pencaharian. Sementara di Jakarta, APBN defisit, utang luar negeri tembus Rp 8.600 triliun, dan solusinya: naikkan pajak lagi. Rakyat yang menanggung.

Solusi Menohok: Nasionalisasi Total dan Hukum Mati Koruptor Tambang,
Stop basa-basi. Jika mau selamat, negara harus berani:

Pertama, audit total semua Kontrak Karya dan IUP yang merugikan negara, cabut yang bermasalah.
Kedua, hentikan ekspor bahan mentah, wajib smelter 100% di dalam negeri dengan pengawasan militer, bukan hanya pengawasan kementerian yang bisa disuap.
Ketiga, bentuk Pengadilan Khusus Kejahatan SDA dengan hukuman mati bagi mafia tambang dan oknum pejabat bekingnya.
Keempat, rubah UU Minerba, kembalikan Pasal 33 UUD 1945 secara murni: Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, bukan untuk kemakmuran Freeport-McMoRan.

Freeport bisa menghidupi Amerika karena Amerika punya negara yang melindungi korporasinya. Indonesia defisit terus karena Indonesia tidak punya negara yang melindungi rakyatnya. Negara kita dikuasai perampok yang pakai dasi.

Jika Freeport bisa, Indonesia harusnya bisa 10 kali lebih bisa. Karena gunungnya di sini, emasnya di sini, darahnya di sini. Pertanyaannya: sampai kapan kita jadi kuli di negeri sendiri?

Oleh, Dr. Suryanto.Pd.,SH ,MH.,Mkn
*Ketua Umum PWRI*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Bersama Kodim 1422 dan BPDB, HPPMI Salurkan Air Untuk Warga Pesisir

Maros – reaksipress.com - Krisis air bersih kembali dialami...

Tujuh Tahun Belum Tuntas, Pemilik Lahan Rel Maros-Pangkep Siapkan Aksi

Maros – reaksipress.com - Persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan...

KHF II dan Jejak Baru Pelestarian Karst Maros-Pangkep

Maros – reaksipress.com - Pelestarian Karst Maros-Pangkep tak cukup...

Siswa SD Arawa Unjuk Kemampuan Bahasa Inggris di Sidrap English Camp 2026

Sidrap – reaksipress.com - Suasana belajar yang berbeda dihadirkan...

PARAKANG

Malam di Maros tidak pernah benar-benar gelap. Di antara rumah-rumah...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

PARAKANG

Malam di Maros tidak pernah benar-benar gelap. Di antara rumah-rumah...

Sepekan, 8 Kasus Narkoba Terbongkar di Maros

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Maros...

Bersama Kodim 1422 dan BPDB, HPPMI Salurkan Air Untuk Warga Pesisir

Maros – reaksipress.com - Krisis air bersih kembali dialami...

Siswa SD Arawa Unjuk Kemampuan Bahasa Inggris di Sidrap English Camp 2026

Sidrap – reaksipress.com - Suasana belajar yang berbeda dihadirkan...

Tujuh Tahun Belum Tuntas, Pemilik Lahan Rel Maros-Pangkep Siapkan Aksi

Maros – reaksipress.com - Persoalan pembebasan lahan untuk pembangunan...

KHF II dan Jejak Baru Pelestarian Karst Maros-Pangkep

Maros – reaksipress.com - Pelestarian Karst Maros-Pangkep tak cukup...