Nasional – reaksipress.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 19.00 WIB, BMKG mencatat sebaran debu vulkanik pada dua klaster utama berdasarkan pemantauan satelit Himawari-9.
Klaster pertama berada hingga ketinggian 15.000 kaki dan bergerak ke arah timur laut–barat laut. Sementara klaster kedua mencapai 50.000 kaki dengan pergerakan ke arah barat daya–barat laut.
Kondisi tersebut mendorong penyesuaian operasional penerbangan. Sekitar 53 SIGMET telah diterbitkan sebagai peringatan terkait kondisi meteorologi yang membahayakan penerbangan.
Berdasarkan pembaruan status operasional pada pukul 18.35 WIB, delapan bandara tercatat melakukan penutupan atau penghentian operasional pada periode tertentu.
Bandara yang terdampak antara lain Soekarno-Hatta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), Radin Inten II Lampung (TKG), Husein Sastranegara (BDO), Budiarto Curug (RTO), Pondok Cabe (PCB), Taufik Kiemas (TFY), serta Atung Bungsu (WIPY/PXA).
Sebagian besar penutupan operasional berlangsung hingga pukul 23.59 WIB, sementara Atung Bungsu tercatat ditutup pada pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.
BMKG terus memantau pergerakan debu vulkanik untuk mengantisipasi dampaknya terhadap keselamatan penerbangan.
Masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda, diminta tetap waspada namun tidak panik. Informasi mengenai perkembangan erupsi dan dampaknya diimbau hanya mengacu pada sumber resmi.













