Air dan Janji politik

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Feature – reaksipress.com – Di pesisir utara Kabupaten Maros, kemarau datang seperti tamu yang sudah hafal jalan. Setiap tahun. Membawa panas, sumur yang mengering, dan warga yang kembali mencari air. Menunggu mobil tangki dan beberapa polesan citra di media.

Ppdahal! saat Pilkada, air bersih menjadi bahan kampanye. Saat pemilihan, kebutuhan dasar warga kembali disebut dalam janji-janji pembangunan. Seolah persoalan air tinggal menunggu satu periode kekuasaan untuk diselesaikan.

Tetapi musim politik berlalu. Spanduk diturunkan. Baliho diganti. Kursi kekuasaan kembali ditempati.

Dan ketika kemarau berikutnya tiba, warga pesisir kembali menenteng jeriken. Mengantri di depan mobil tangki dengan spanduk terbentang bertulis “kami peduli kamu”. Janji rupanya lebih tahan lama daripada pipa yang tak kunjung terpasang.

Di sejumlah wilayah pesisir utara Maros, persoalan kekurangan air bukan cerita baru. Warga telah berulang kali menghadapi kondisi serupa. Ketika musim hujan, persoalan seolah menghilang. Ketika kemarau datang, ia muncul kembali dengan wajah yang sama.

Pemerintah tentu bisa mengatakan program sudah disusun. Anggaran bisa disebutkan. Rapat bisa digelar. Data bisa diperbarui, namun air tetap sulit diperoleh, sementara solusi permanen belum juga terasa.

Namun bagi warga, ukuran keberhasilan pembangunan jauh lebih sederhana: Ketika keran dibuka, apakah air mengalir?

Jika jawabannya tidak, maka setebal apa pun dokumen perencanaan tidak akan membuat dahaga menjadi kenyang.

Ironinya, masyarakat tidak meminta sungai mengalir ke ruang tamu. Mereka hanya menagih kebutuhan paling dasar: air yang layak dan tersedia ketika kemarau datang.

Para wakil rakyat pun layak ditanya: berapa kali persoalan ini dibawa ke ruang sidang? Berapa kali anggaran diperjuangkan? Apa target penyelesaiannya? Dan yang paling penting, mengapa persoalan yang terus muncul setiap kemarau belum juga selesai?

Sebab menjadi wakil rakyat bukan sekadar hadir ketika suara sedang dihitung.

Begitu pula pemerintah. Memimpin bukan hanya memotret distribusi air ketika krisis sudah terjadi. Pemerintah seharusnya mampu membaca kalender kemarau dan menyiapkan solusi sebelum warga kembali mengantre air.

Kalau setiap tahun pemerintah datang membawa mobil tangki, sementara sumber air permanen tak kunjung dibangun, mungkin yang perlu dievaluasi bukan hanya kekeringannya.

Mungkin cara pemerintah menyelesaikan kekeringan yang perlu dikeringkan dari kebiasaan lama.

Warga pesisir utara Maros sudah terlalu lama menjadi penonton dari siklus yang sama: kemarau, kekurangan air, keluhan, bantuan sementara, janji, lalu lupa.

Kemudian musim politik datang lagi.

Janji kembali dibunyikan.

Dan warga kembali mendengar kalimat yang barangkali sudah mereka hafal:

akan segera dituntaskan.

Masalahnya, masyarakat tidak bisa minum janji.

Mereka membutuhkan air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Kopi, Kawali, dan Siri’

Feature – reaksipress.com - Ada sesuatu yang khas dari...

Jalan Macet akibat Solar Subsidi, Perisai Prabowo Minta Audit SPBU

Maros - reaksipress.com - Kemacetan di Jalan Poros Makassar–Maros...

Tekuk Australia, Timnas U20 Melaju ke Piala Asia

Olahraga – reaksipress.com - Timnas U20 Indonesia memastikan tiket...

Lampu Jalan Diperbaiki, Warga Tobonggae Apresiasi Dishub Maros

Maros – reaksipress.com - Keluhan warga Tobonggae, Kecamatan Camba,...

Debu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup

Nasional – reaksipress.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Speedboat Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Banten - reaksipress.com - Speedboat yang membawa rombongan jurnalis...

Sawah di Camba Mengering, Petani Sedot Air dari Sungai

Maros – reaksipress.com - Kemarau mulai menggerus sawah-sawah di...

Kopi, Kawali, dan Siri’

Feature – reaksipress.com - Ada sesuatu yang khas dari...

Jalan Macet akibat Solar Subsidi, Perisai Prabowo Minta Audit SPBU

Maros - reaksipress.com - Kemacetan di Jalan Poros Makassar–Maros...

Langka, Distribusi LPG 3 Kg Disorot

Maros - reaksipress. com - Kelangkaan LPG 3 kilogram...

Debu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup

Nasional – reaksipress.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak...