Jalan Macet akibat Solar Subsidi, Perisai Prabowo Minta Audit SPBU

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Kemacetan di Jalan Poros Makassar–Maros kembali menjadi sorotan. Hampir setiap hari, antrean kendaraan yang mengisi solar bersubsidi mengular di sejumlah SPBU dan mengganggu arus lalu lintas.

Di lapangan, sejumlah kendaraan yang mengantre diduga membawa drum atau tangki tambahan dengan kapasitas sekitar 150–200 liter. Sebagian truk bahkan terlihat tanpa muatan dan harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar bersubsidi.

Temuan tersebut belum membuktikan adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi. Namun, pola antrean yang berulang dan keberadaan kendaraan dengan wadah tambahan dinilai cukup menjadi alasan bagi aparat untuk melakukan pemeriksaan lebih serius.

Di tengah keluhan mengenai stok harian, Pertamina menyatakan pasokan regional tetap aman dan melakukan penambahan penyaluran Biosolar.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bahkan menyatakan pada Agustus 2026 telah melakukan optimalisasi distribusi, termasuk menambah pasokan solar sekitar 10–15 persen untuk mengurangi antrean.

Namun, tambahan pasokan itu belum sepenuhnya mengurai antrean. Di sejumlah titik, kendaraan masih mengular hingga memakan badan jalan.

Pada 3 September 2026, misalnya, antrean solar di Jalan AP Pettarani, Makassar, dilaporkan mencapai sekitar 450 meter. Dua hari kemudian, antrean BBM di Jalan Urip Sumoharjo juga memakan satu lajur dan menghambat arus kendaraan.

Organisasi masyarakat Perisai Prabowo menilai antrean yang terjadi hampir setiap hari perlu ditelusuri lebih jauh. Melalui Sekretaris Umum Dewan Pengurus Kabupaten Perisai Prabowo Maros, Ansar, S.Pd., M.Pd., meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat persoalan tersebut sebagai masalah distribusi.

“APH harus turun melakukan penyelidikan. Jangan sampai kemacetan ini bukan semata karena pasokan solar bersubsidi yang kurang atau jumlah pengguna yang bertambah, tetapi ada hal lain yang berpotensi mengarah pada tindak pidana,” kata Ansar.

Berdasarkan penelusuran lapangan, muncul dugaan adanya oknum yang membeli solar bersubsidi dalam jumlah besar untuk kemudian dijual kembali kepada pihak tertentu. Selisih harga menjadi salah satu dugaan motifnya.

Dugaan lain adalah adanya pemberian uang kepada oknum operator SPBU untuk memperoleh pelayanan khusus atau pengisian yang melebihi ketentuan.

Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian. Tanpa pemeriksaan data dan bukti transaksi, dugaan tidak dapat serta-merta disebut sebagai fakta.

Karena itu, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di jalan. Pemerintah daerah, Pertamina, BPH Migas, dan kepolisian perlu membuka dan mencocokkan data penyaluran di setiap SPBU.

Pertanyaan dasarnya sederhana: berapa kuota setiap SPBU, berapa realisasi penyalurannya, kendaraan apa yang paling banyak membeli, dan seberapa sering kendaraan yang sama melakukan pengisian?

Data transaksi juga dapat dibandingkan dengan nomor polisi kendaraan, waktu pengisian, volume pembelian, serta rekaman CCTV SPBU. Jika ditemukan pola pembelian yang tidak wajar, pemeriksaan dapat diperluas pada asal kendaraan, kepemilikan tangki atau wadah tambahan, hingga tujuan solar setelah keluar dari SPBU.

Dengan instrumen tersebut, persoalannya seharusnya dapat dijawab secara terang: apakah antrean panjang benar-benar disebabkan keterbatasan pasokan dan tingginya kebutuhan, atau ada pola penyaluran yang menyimpang untuk keuntungan pihak tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Langka, Distribusi LPG 3 Kg Disorot

Maros - reaksipress. com - Kelangkaan LPG 3 kilogram...

Tekuk Australia, Timnas U20 Melaju ke Piala Asia

Olahraga – reaksipress.com - Timnas U20 Indonesia memastikan tiket...

Kapolres Maros Hadiri Haul Akbar Khalwatiyah Samman

Maros – reaksipress.com - Sekitar 15 ribu jamaah dan...

Debu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup

Nasional – reaksipress.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak...

Remaja Tewas Tenggelam Saat Cari Kerang di Bawah Jembatan Tua Maros

MAROS — Seorang remaja berusia 19 tahun, Raja, tewas...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Kopi, Kawali, dan Siri’

Feature – reaksipress.com - Ada sesuatu yang khas dari...

Langka, Distribusi LPG 3 Kg Disorot

Maros - reaksipress. com - Kelangkaan LPG 3 kilogram...

Debu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 8 Bandara Ditutup

Nasional – reaksipress.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak...

Tekuk Australia, Timnas U20 Melaju ke Piala Asia

Olahraga – reaksipress.com - Timnas U20 Indonesia memastikan tiket...

Remaja Tewas Tenggelam Saat Cari Kerang di Bawah Jembatan Tua Maros

MAROS — Seorang remaja berusia 19 tahun, Raja, tewas...

Lampu Jalan Diperbaiki, Warga Tobonggae Apresiasi Dishub Maros

Maros – reaksipress.com - Keluhan warga Tobonggae, Kecamatan Camba,...