Antrean BBM Bikin Kuliner PTB Maros Sepi

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Maros mulai memberi dampak ke sektor ekonomi kecil. Kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB) Maros, yang biasanya ramai pada malam hari, kini terlihat lebih lengang.

Di salah satu lapak kuliner, Daeng Eddy, pedagang yang dikenal dengan jualan Sarabba Super, mengaku omzetnya ikut menurun dalam beberapa waktu terakhir. Ia menduga kondisi itu berkaitan dengan antrean BBM yang semakin panjang dan menyita waktu warga.

“Sejak antrean di SPBU makin melular, pembeli di PTB mendadak menurun drastis. Bingung juga kita, kenapa fenomena antrean bensin ini seolah tiada akhirnya,” katanya saat berbincang dengan awak media.

Menurut dia, persoalan BBM tidak lagi sebatas urusan kendaraan dan mobilitas. Ketika warga harus menghabiskan waktu untuk mendapatkan bahan bakar, aktivitas ekonomi dan hiburan ikut terdampak.

Fenomena tersebut terlihat dari suasana PTB pada malam hari. Sejumlah meja dan kursi pedagang tampak kosong. Pengunjung yang biasanya datang untuk menikmati makanan dan minuman di kawasan tersebut tidak seramai sebelumnya.

Antrean BBM juga berpotensi mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Sebagian warga memilih mengurangi perjalanan yang tidak mendesak karena harus menghemat bahan bakar. Waktu yang semestinya digunakan untuk beraktivitas, termasuk berkunjung ke pusat kuliner, tersita untuk mengantre di SPBU.

Bagi pedagang kecil, kondisi itu bukan perkara sepele. Penurunan mobilitas warga secara langsung berarti berkurangnya calon pembeli.

Situasi ini memperlihatkan bahwa gangguan distribusi atau kelangkaan BBM dapat menimbulkan efek berantai. Dampaknya bukan hanya dirasakan pengguna kendaraan, tetapi juga pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari pergerakan masyarakat.

Karena itu, penyelesaian persoalan antrean BBM di Maros menjadi penting, bukan semata untuk mengembalikan kelancaran lalu lintas, tetapi juga menjaga denyut ekonomi masyarakat.

Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait segera menemukan solusi agar distribusi BBM kembali normal. Jika antrean terus berlangsung, dampaknya dikhawatirkan semakin melebar ke sektor-sektor ekonomi lain yang bergantung pada mobilitas warga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Polres Maros Ungkap 62 Kasus Narkoba, Modus Akun Palsu IG Terbongkar

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Alsintan Disimpan di Tepi Sungai, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Maros

Maros - reaksipress.com - Delapan alat dan mesin pertanian...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Polres Maros Ungkap 62 Kasus Narkoba, Modus Akun Palsu IG Terbongkar

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Polisi Ungkap Dugaan Pabrik Narkotika Cair di Maros, Lima Orang Ditahan

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Selang Pengisian Jauh dari SPBN, Penyaluran Dipertanyakan

Maros – reaksipress.com - Keberadaan selang penyaluran solar bersubsidi...

Ada Tambang di Bentang Geopark Maros?

Maros – reaksipress.com - Dugaan aktivitas pertambangan di Desa...

REPRO Maros Apresiasi SPBU Jawi-Jawi

Maros – reaksipress.com - Tim Investigasi REPRO Maros mengapresiasi...