Jakarta – reaksipress.com – Ribuan buruh dari berbagai daerah hari ini menggelar aksi damai di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan, mulai dari kenaikan upah hingga penghapusan sistem outsourcing.
Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi buruh secara tertib. “Kami ingin suara buruh didengar, khususnya terkait upah layak dan perlindungan pekerja dari ancaman PHK,” ujarnya.
Aksi yang semula direncanakan di Istana Negara dipusatkan hanya di DPR RI. Lebih dari 4.500 personel gabungan TNI–Polri diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Beberapa tuntutan utama buruh:
Kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.
Penghapusan outsourcing dan kontrak kerja berkepanjangan.
Kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT.
Pembentukan Satgas PHK.
Pembahasan sejumlah RUU ketenagakerjaan.
Hingga siang, aksi berlangsung tertib. Lalu lintas di sekitar DPR ramai lancar, sementara DPR RI mengimbau pegawai untuk WFH demi kelancaran kegiatan.











