Dua Wajah Ekonomi Rakyat Maros: Ramainya TPI, Sunyinya TRAMO

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Fajar belum benar-benar merekah ketika deru mesin perahu terdengar dari kejauhan. Di pesisir Maros, langit masih abu-abu, tapi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), kehidupan sudah berdenyut cepat. Suara tawar-menawar bersahutan, aroma ikan segar bercampur dengan asin laut dan riuh tawa nelayan yang baru pulang dari laut.

Di sinilah denyut ekonomi rakyat benar-benar terasa — keras, jujur, dan apa adanya. Ikan berpindah tangan, uang bergulir, dan harapan tumbuh setiap kali fajar datang. TPI menjadi semacam terminal rezeki, tempat nelayan, pengepul, dan pedagang kecil menambatkan hidupnya.

Namun, beberapa ratus meter dari sana, berdiri sebuah bangunan besar dengan dinding mengilap dan cat yang mulai memudar — TRAMO (Tempat Relokasi dan Aktivitas Masyarakat Dagang dan UMKM). Ironisnya, di pasar yang disebut “modern” itu, keheningan lebih sering terdengar ketimbang suara transaksi.

Lorong-lorongnya bersih, kios-kiosnya rapi, tapi banyak pintu tertutup dan meja dagang kosong.

“Ramainya cuma waktu awal buka. Sekarang kami lebih banyak menunggu,” ujar seorang pedagang yang enggan disebut namanya, sambil merapikan dagangan yang belum tersentuh pembeli sejak pagi.

TRAMO sejatinya dibangun untuk menghidupkan kembali roda ekonomi rakyat kecil — menjadi wadah bagi pelaku UMKM dan pedagang tradisional agar bisa beradaptasi di era modern. Tapi tanpa arah kebijakan yang jelas, pasar megah itu justru terasa seperti etalase sunyi yang menunggu pengunjung datang.

“Kami tidak minta bantuan uang. Kami hanya butuh perhatian — bagaimana pembeli bisa diarahkan ke sini,” kata seorang pedagang lainnya dengan nada pelan.

Mereka berharap pemerintah daerah hadir bukan sekadar dalam bentuk bangunan fisik, tetapi juga kebijakan yang mengalirkan arus ekonomi ke tempat yang benar.
Sebab, pasar bukan hanya soal lokasi berjualan, melainkan ruang sosial tempat harapan dan penghidupan bertemu.

TPI dan TRAMO kini berdiri berdampingan dalam dua dunia yang berbeda: satu berdenyut hidup sejak dini hari, yang lain menunggu nyawa baru selepas matahari naik.
Mungkin, sebagaimana nelayan di laut yang menunggu arah angin, pedagang di TRAMO pun tengah menanti arah kebijakan yang mampu menggerakkan roda rezeki mereka.

“Jangan biarkan bangunan megah jadi saksi sunyi nasib pedagang kecil.
Arahkan arus belanja, hidupkan kembali denyut TRAMO — karena rakyat Maros butuh pasar, bukan pajangan.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Krisis Air di Bontoa Tuntas 2029, Bupati Siap Mundur Jika Gagal

Maros – reaksipress.com - Persoalan akses air bersih di...

STAI Al Bayan Gelar Pembekalan PKL dan PPL2

Makassar – reaksipress.com - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)...

Tepis Isu ‘Mahar’, Sebelas Alsintan Dibagikan ke Petani

Maros – reaksipress.com – Setelah heboh karena dititipkan di...

Relawan Pengatur Lalin Samata, Raih Penghargaan dari Kapolresta

Gowa – reaksipres.com - Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr....

Dugaan Tambang Ilegal di Balloci Disorot, DPD Perisai Prabowo Minta APH Bertindak

Pangkep – reaksipress.com - Aktivitas pengambilan material bebatuan di...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Alsintan Disimpan di Tepi Sungai, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Maros

Maros - reaksipress.com - Delapan alat dan mesin pertanian...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kapolresta Gowa Apresiasi Personel Berprestasi

Gowa – reaksipress.com - Pengabdian kepada masyarakat tidak selalu...

Relawan Pengatur Lalin Samata, Raih Penghargaan dari Kapolresta

Gowa – reaksipres.com - Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr....

STAI Al Bayan Gelar Pembekalan PKL dan PPL2

Makassar – reaksipress.com - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)...

Dugaan Tambang Ilegal di Balloci Disorot, DPD Perisai Prabowo Minta APH Bertindak

Pangkep – reaksipress.com - Aktivitas pengambilan material bebatuan di...

Krisis Air di Bontoa Tuntas 2029, Bupati Siap Mundur Jika Gagal

Maros – reaksipress.com - Persoalan akses air bersih di...

Kapolri Listyo Sigit Diganti

Jakarta – reaksipress.com - Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara...