Maros – reaksipress.com – Setelah bertahun-tahun menjadi titik kemacetan di jalur nasional Trans Sulawesi, pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros akhirnya resmi dimulai. Proyek senilai Rp51,6 miliar yang dibiayai melalui APBN itu ditargetkan rampung pada September 2027.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Indra Cahya Kusuma, mengatakan pekerjaan saat ini masih berada pada tahap mutual check yang melibatkan konsultan, kontraktor, PPK, dan satuan kerja sebagai persiapan sebelum konstruksi fisik dimulai.
Menurut Indra, pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah Kabupaten Maros menangani pembebasan lahan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sedangkan pembangunan fisik dibiayai pemerintah pusat melalui APBN.
Jembatan baru akan dibangun di sisi jembatan lama dengan panjang sekitar 103 meter dan spesifikasi yang sama. Selama proses pembangunan, arus lalu lintas dipastikan tetap normal karena tidak ada penutupan maupun pengalihan kendaraan.
Ia juga memastikan pembebasan lahan secara umum tidak lagi menjadi kendala. Sebagian keberatan yang masih muncul berasal dari pelaku usaha yang terdampak aktivitas proyek, bukan karena lahannya digunakan untuk pembangunan.
Duplikasi Jembatan Sungai Maros dibangun untuk menghilangkan penyempitan ruas jalan yang selama ini menjadi penyebab kemacetan. Saat ini, ruas jalan di kedua sisi telah memiliki empat lajur, sementara jembatan lama masih terdiri atas dua lajur sehingga kerap menimbulkan antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk.
Prosesi groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Maros Chaidir Syam dan jajaran Forkopimda. Pemerintah berharap kehadiran jembatan baru dapat memperlancar arus kendaraan dari Makassar menuju Pangkep hingga Barru sekaligus meningkatkan konektivitas di jalur Trans Sulawesi.
Laporan : Redaksi













