Maros – reaksipress. com – Kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) dikeluhkan sejumlah warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga
Keluhan mengenai sulitnya mendapatkan LPG 3 kg disebut terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Maros. Warga berharap pemerintah segera memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi LPG bersubsidi hingga ke tingkat pangkalan.
Untuk mengetahui kondisi pasokan dan distribusi, awak media mendatangi PT Mitra, salah satu pihak yang melayani pengisian tabung LPG untuk wilayah Maros-Pangkep, pada 5 September 2026.
Namun, penanggung jawab perusahaan tidak berada di lokasi sehingga belum dapat memberikan keterangan terkait kondisi pasokan maupun distribusi LPG 3 kg.
Informasi di lokasi diperoleh dari petugas keamanan. Berdasarkan keterangan sekuriti, setiap hari terdapat sekitar 37 hingga 40 mobil yang melakukan pengisian LPG. Jumlah tabung yang diisi disebut berkisar 360 hingga 560 tabung per hari.
Kondisi tersebut kemudian menjadi sorotan Ketua REPRO (Relawan Prabowo) Maros, Asmarianto, SH. Ia meminta Pertamina memberikan penjelasan mengenai kelangkaan LPG 3 kg yang dikeluhkan masyarakat sekaligus melakukan audit terhadap jalur distribusi LPG bersubsidi di Kabupaten Maros.
Asmariato juga meminta pengecekan dilakukan secara menyeluruh, termasuk terhadap agen dan pangkalan LPG 3 kg, guna mengetahui penyebab masyarakat masih kesulitan memperoleh gas bersubsidi.
Menurutnya, berdasarkan hasil kunjungan tim dan awak media ke lokasi pengisian, proses pengisian tabung LPG terlihat berjalan normal dan tidak ditemukan kendala di tempat tersebut.
“Kalau di tempat pengisian tabung gas berjalan lancar dan tidak ada kendala, maka distribusi dari tingkat agen hingga pangkalan perlu diperiksa secara menyeluruh,” ujar Asmariato.
Ia mengatakan, dugaan adanya persoalan pada rantai distribusi perlu ditelusuri lebih lanjut dan dibuktikan melalui pemeriksaan serta audit oleh pihak berwenang.
Asmariato berharap Pertamina, aparat penegak hukum (APH), dan Pemerintah Kabupaten Maros turun langsung mengecek distribusi LPG 3 kg di lapangan.
“Jangan sampai pasokan di tempat pengisian tersedia, tetapi masyarakat tetap kesulitan mendapatkan LPG 3 kg. Karena itu, seluruh rantai distribusi perlu diperiksa,” katanya.
Ia menilai pemeriksaan diperlukan untuk memastikan LPG 3 kg bersubsidi tersedia dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, H. Asri, selaku koordinator distribusi LPG 3 kg, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.
Pihak PT Mitra juga belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi pasokan dan distribusi LPG 3 kg di wilayah Maros-Pangkep.













