Maudu Ada’ Kalabbirang 2026: Merawat Maulid, Menjaga Warisan Budaya Maros

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Tradisi Maudu’ Ada’ Kalabbirang kembali digelar di Rumah Adat Balla Lompoa Kekaraengan Marusu, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Appakalabbiri Kalabbirang” menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus merawat warisan budaya masyarakat Maros yang mulai tergerus perubahan zaman.

Pelaksanaan Maudu’ Kalabbirang tahun ini diikuti berbagai kelompok masyarakat, organisasi kepemudaan, komunitas budaya, dan lembaga seni. Sejumlah peserta di antaranya berasal dari PC Ansor Maros, Lembaga Badik Celebes Indonesia, serta lembaga seni dan komunitas kebudayaan di Kabupaten Maros.

Tradisi tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Para peserta membawa bembengan atau baku maudu’, wadah berisi nasi ketan, telur, dan sejumlah penganan tradisional lainnya sebagai bagian dari perlengkapan perayaan Maulid.

Dalam tradisi Maudu’ Ada’ Kalabbirang, makanan yang dibawa peserta bukan sekadar hidangan. Songkolo atau nasi ketan dan telur menjadi bagian dari simbol kebersamaan, rasa syukur, serta hubungan sosial masyarakat. Kajian mengenai tradisi ini mencatat bahwa wadah Maudu’ yang dianyam dari bahan bambu juga merepresentasikan identitas dan ikatan sosial masyarakat Bugis-Makassar.

Seorang peserta Maudu’ mengatakan, kegiatan tersebut memiliki dua dimensi yang tidak terpisahkan, yakni penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW dan pelestarian adat.

“Ini bagian dari upaya kita mengingat kelahiran pribadi agung, Nabi Muhammad SAW. Tetapi di sisi lain, kita juga punya tanggung jawab menjaga tradisi yang mulai hilang di beberapa tempat di Sulawesi Selatan, termasuk di Maros,” ujarnya.

Maudu’ Ada’ Kalabbirang dikenal sebagai peringatan Maulid Nabi dalam bingkai budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Maros juga mencatat tradisi ini sebagai salah satu kegiatan budaya daerah yang digelar sebagai bentuk kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW.

Tradisi in kemudian berkembang dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Sejumlah pelaksanaan sebelumnya juga mempertemukan unsur masyarakat adat, organisasi keagamaan, pemuda, lembaga seni, serta komunitas budaya.

Karena itu, keterlibatan organisasi pemuda dan lembaga seni dalam pelaksanaan tahun ini menjadi bagian penting. Tradisi tidak hanya dipertahankan oleh generasi tua, tetapi mulai diwariskan melalui keterlibatan anak muda dan komunitas.

Rumah Adat Balla Lompoa Kekaraengan Marusu menjadi lokasi yang memiliki makna tersendiri. Selain sebagai ruang adat, Balla Lompoa juga menjadi salah satu titik penting dalam kehidupan budaya Marusu. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menjadikan tempat tersebut sebagai ruang pertemuan antara sejarah, agama, adat, dan kehidupan masyarakat masa kini.

Sejumlah pelaksanaan Maudu’ Ada’ Kalabbirang sebelumnya juga diisi dengan kegiatan seperti pembacaan Barzanji, kirab budaya, serta berbagai ekspresi seni dan tradisi lokal seperti ‘Ma’ngngaru’. Hal tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Maulid di Maros berkembang sebagai bentuk akulturasi antara nilai Islam dan budaya Bugis-Makassar.

Bagi masyarakat yang terlibat, mempertahankan Maudu’ Kalabbirang bukan berarti sekadar mengulang ritual setiap tahun. Lebih jauh, tradisi ini menjadi cara untuk memperkenalkan kembali identitas budaya kepada generasi muda sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Di tengah perubahan sosial dan semakin kuatnya budaya populer, keberlangsungan Maudu’ Kalabbirang menjadi pengingat bahwa masyarakat Maros memiliki kekayaan tradisi yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga dapat menjadi media pendidikan budaya dan keagamaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Sapu 12 Kilometer, Weda Selatan Kejar Adipura

Weda Selatan – reaksipress.com - Persiapan menghadapi penilaian Adipura...

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Alsintan Disimpan di Tepi Sungai, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Maros

Maros - reaksipress.com - Delapan alat dan mesin pertanian...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Sapu 12 Kilometer, Weda Selatan Kejar Adipura

Weda Selatan – reaksipress.com - Persiapan menghadapi penilaian Adipura...

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Polres Maros Ungkap 62 Kasus Narkoba, Modus Akun Palsu IG Terbongkar

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Polisi Ungkap Dugaan Pabrik Narkotika Cair di Maros, Lima Orang Ditahan

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Selang Pengisian Jauh dari SPBN, Penyaluran Dipertanyakan

Maros – reaksipress.com - Keberadaan selang penyaluran solar bersubsidi...

Ada Tambang di Bentang Geopark Maros?

Maros – reaksipress.com - Dugaan aktivitas pertambangan di Desa...