PMII Kritik Kinerja DPRD Maros, Soroti Studi Tiru hingga Krisis Air Bersih di Wilayah Pesisir

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros melontarkan kritik terhadap kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maros yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan fungsi representasi dan keberpihakan terhadap kebutuhan substantif masyarakat.

Kritik tersebut mengemuka terutama dalam konteks pelaksanaan kegiatan studi tiru oleh anggota DPRD di tengah kebijakan efisiensi anggaran serta masih berlangsungnya sejumlah persoalan dasar yang dihadapi masyarakat Maros, kata Ketua PC PMII Maros, M. Alif Al Isra, Rabu (9/9/2026).

PMII Maros mempertanyakan relevansi dan urgensi pelaksanaan studi tiru apabila kegiatan tersebut tidak memiliki keterkaitan yang terukur dengan persoalan konkret yang dihadapi masyarakat Kabupaten Maros, terang Aif.

Ia menambahkan, studi tiru seharusnya tidak berhenti pada aktivitas kunjungan, pertukaran informasi, maupun dokumentasi kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus memiliki orientasi pada transfer pengetahuan, identifikasi praktik baik, penyusunan rekomendasi, serta kemungkinan adaptasi kebijakan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat Maros.

Kritik ini bukan tanpa sebab, karena disaat yang bersamaan masyarakat di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Maros masih menghadapi persoalan akses terhadap air bersih, tambahnya.

Persoalan tersebut tidak semata-mata merupakan persoalan teknis pelayanan publik, melainkan berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan kualitas hidup masyarakat, lanjutnya.

Karena itu, kondisi tersebut semestinya memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah terkhusus DPRD sebagai institusi yang memiliki fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, terangnya.

Dalam kerangka akuntabilitas publik, PMII menilai bahwa ukuran keberhasilan studi tiru tidak seharusnya diletakkan pada terlaksananya perjalanan dinas, melainkan pada output, outcome, dan dampak kebijakan yang dihasilkan setelah kegiatan tersebut, tambahnya.

Alif menegaskan bahwa, masyarakat berhak mengetahui apa yang dipelajari, berapa anggaran yang digunakan, apa rekomendasi yang dihasilkan, serta sejauh mana rekomendasi tersebut kemudian diwujudkan dalam kebijakan daerah.

Atas dasar itu, PMII mendorong DPRD Kabupaten Maros untuk memperkuat kembali fungsi representasi, legislasi, pengawasan, dan penganggaran dengan menjadikan kebutuhan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap proses pengambilan keputusan terkhusus persoalan air bersih di beberapa titik.

Selain itu, DPRD juga wajib melakukan evaluasi secara terbuka terhadap kegiatan yang menggunakan anggaran daerah, termasuk studi tiru, dengan memastikan adanya dasar kebutuhan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta mekanisme tindak lanjut yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, tandasnya.

PMII Maros menegaskan bahwa kritik terhadap DPRD bukan dimaksudkan sebagai bentuk penolakan terhadap kegiatan studi tiru secara keseluruhan. Kritik tersebut diarahkan pada pentingnya memastikan bahwa setiap aktivitas kelembagaan yang menggunakan sumber daya publik memiliki relevansi, urgensi, transparansi, dan dampak yang dapat diukur dan di rasakan.

“Dalam konteks demokrasi lokal, DPRD Maros tidak cukup hanya hadir sebagai institusi yang menjalankan prosedur administratif dan politik. DPRD harus mampu menjalankan fungsi representasi secara substantif dengan memastikan bahwa aspirasi dan kebutuhan masyarakat benar-benar masuk ke dalam agenda kebijakan. Persoalan air bersih di wilayah pesisir, misalnya, semestinya dapat menjadi bagian dari agenda pengawasan dan penganggaran yang konkret, bukan sekadar persoalan yang muncul dalam ruang-ruang kritik publik,” ungkap Alif.

Karena itu, PMII menempatkan kritik sebagai bagian dari kontrol sosial dan partisipasi masyarakat dalam mengawal tata kelola pemerintahan daerah. Legitimasi lembaga legislatif pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya fungsi kelembagaan secara formal, tetapi juga oleh kemampuan lembaga tersebut menghadirkan kebijakan yang menjawab persoalan nyata masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026, Ratusan Anak TK Weda Selatan Adu Kreativitas Mewarnai

Wairoro Indah – reaksipress.com -  Dalam rangka memperingati Hari...

WNA Cina di Proyek Smelter Maros, Izin Kerja hingga Solar Subsidi Dipertanyakan

Maros – reaksipress.com - Aktivitas pembangunan pabrik peleburan besi...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Alsintan Disimpan di Tepi Sungai, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Maros

Maros - reaksipress.com - Delapan alat dan mesin pertanian...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

WNA Cina di Proyek Smelter Maros, Izin Kerja hingga Solar Subsidi Dipertanyakan

Maros – reaksipress.com - Aktivitas pembangunan pabrik peleburan besi...

HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026, Ratusan Anak TK Weda Selatan Adu Kreativitas Mewarnai

Wairoro Indah – reaksipress.com -  Dalam rangka memperingati Hari...

Sapu 12 Kilometer, Weda Selatan Kejar Adipura

Weda Selatan – reaksipress.com - Persiapan menghadapi penilaian Adipura...

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Polres Maros Ungkap 62 Kasus Narkoba, Modus Akun Palsu IG Terbongkar

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Polisi Ungkap Dugaan Pabrik Narkotika Cair di Maros, Lima Orang Ditahan

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...