Nasional – Reaksi Press – Kenaikan harga beras kembali menjadi sorotan publik. Di berbagai daerah, harga beras medium kini menembus angka Rp14.500 per kilogram, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan kebutuhan pangan pada beras sebagai makanan pokok.
Pemerintah melalui Perum Bulog menyatakan akan menambah pasokan beras impor serta mempercepat penyaluran beras bantuan sosial (bansos) sebagai langkah jangka pendek menstabilkan harga di pasaran. Namun, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan.
“Solusi jangka panjang harus difokuskan pada penguatan ketahanan pangan nasional. Itu mencakup peningkatan produksi petani lokal, penyaluran subsidi pupuk secara tepat sasaran, serta sistem distribusi yang lebih adil,” ujar seorang analis pertanian nasional.
Keluhan juga datang dari masyarakat yang merasa pemerintah terlalu reaktif dan belum hadir secara konsisten dalam menjaga stabilitas pangan.
“Negara harus hadir bukan hanya saat harga melonjak, tapi juga menjaga kesejahteraan petani dan rakyat kecil sepanjang waktu,” ujar salah satu warga di Jakarta Selatan.
Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi nasional yang terintegrasi, tidak hanya dalam menghadapi gejolak harga, tetapi juga dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkeadilan.











