Tradisi dan Syiar Berpadu dalam “Assunnak Borong Porong”

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Di bawah langit yang meredup, Sabtu pagi, 5 Juli 2025, halaman utama Kantor Bupati Maros berubah menjadi panggung kebersamaan yang sarat makna. Tenda-tenda putih berjajar, suara lantunan doa bersahutan dengan tangis kecil anak-anak yang sedang dikhitan. Itulah wajah dari Assunnak Borong Porong, sebuah tradisi lokal yang kembali hidup dalam rangkaian Festival Gau Maraja Leang-Leang 2025.

Tak sekadar sunatan massal, Assunnak Borong Porong adalah simpul budaya dan syiar agama yang berpadu dalam semangat gotong royong. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Maros, dan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah setempat dalam merawat warisan leluhur.

Nama “Borong Porong” diambil dari bahasa Makassar, bermakna harfiah “bersama dalam satu tempat”, namun lebih dari itu, ia mencerminkan falsafah hidup masyarakat Maros—berdiri dalam satu barisan, saling membantu, saling menguatkan.

“Ini bukan hanya tentang khitan. Ini tentang bagaimana kita membangun generasi dengan akar budaya dan iman yang kuat,” ujar Bupati Maros dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Dalam kegiatan ini, puluhan anak dari berbagai kecamatan di Maros menjalani proses khitan secara gratis. Orang tua mereka, yang sebagian besar datang dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, menyambut dengan syukur. Tak sedikit dari mereka menyebut Assunnak Borong Porong sebagai “berkah ulang tahun daerah”.

Kegiatan ini bukan hanya disokong oleh Pemerintah Kabupaten, tapi juga oleh para budayawan, tokoh agama, serta tenaga medis lokal. Kolaborasi itu menjadikan acara ini lebih dari sekadar agenda rutin: ia menjadi ajang edukasi spiritual, penguatan identitas, dan pemeliharaan tradisi yang terancam hilang oleh zaman.

Salah satu budaya, Sayyid Muhammad Danial Assaqaf Puang Rani mengungkapkan rasa bangganya terhadap keberlangsungan Assunnak Borong Porong. “Ini adalah cara kami menjaga agar nilai-nilai adat tidak luntur. Tradisi ini adalah jembatan—antara masa lalu dan masa depan Maros,” katanya.

Festival Gau Maraja Leang-Leang 2025 sendiri telah berkembang menjadi etalase budaya terbesar di wilayah ini. Kehadiran Assunnak Borong Porong menambah dimensi spiritual pada perayaan tersebut, membuktikan bahwa kebudayaan dan keagamaan bukanlah dua entitas yang saling menegasikan, melainkan saling menguatkan.

Sebagaimana kata pepatah lokal, “Naia sibawa assalammu, atang matu’di” — jika tradisi dan agama berjalan seiring, masyarakat akan kokoh di tengah perubahan zaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Harga BBM Jadi Sorotan: Nelayan dan Pekerja Tambang Harapkan Akses Energi yang Terjangkau

Nasional - reaksipress.com - Masyarakat pesisir di Desa Tilope...

Jumat Berkah dari Pesisir Salobar

Halmahera - reksipress.com - Harapan Baru bagi Nelayan dan...

Belah Ketupat Karakter: Merawat Siri’ dan Pacce dalam Pendidikan Generasi Berintegritas

Budaya – reaksipress.com - Nilai-nilai luhur budaya Bugis dan...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Jumat Berkah dari Pesisir Salobar

Halmahera - reksipress.com - Harapan Baru bagi Nelayan dan...

Belah Ketupat Karakter: Merawat Siri’ dan Pacce dalam Pendidikan Generasi Berintegritas

Budaya – reaksipress.com - Nilai-nilai luhur budaya Bugis dan...

Harga BBM Jadi Sorotan: Nelayan dan Pekerja Tambang Harapkan Akses Energi yang Terjangkau

Nasional - reaksipress.com - Masyarakat pesisir di Desa Tilope...

2,1 Juta Liter Pertalite untuk Halmahera Tengah Menguap, Siapa Dalangnya?

Halmahera Tengah – reaksipress.com - Angka kuota Pertalite untuk...

BBM Pertamax Naik, Warga Pesisir Halmahera Tengah Berharap Perhatian Pemerintah

Halmahera Tengah – reaksipress.com - Kenaikan harga Bahan Bakar...

Bang Ito Pimpin BNM Makassar

Makassar – reaksipress.com - Brantas Narkotika Maksiat (BNM) Sulawesi...