Maros – reaksipress.com – Krisis air bersih kembali dialami warga pesisir Kabupaten Maros saat musim kemarau. Merespons kondisi tersebut, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HPPMI) Maros menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada masyarakat Kecamatan Bontoa, Ahad (20/9/2026).
Aksi bertajuk HPPMI Maros Peduli Air Bersih 2026 itu melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros dan Kodim 1422 Maros untuk memastikan distribusi air menjangkau warga yang membutuhkan.
Ketua Umum HPPMI Maros, Gr. Ikram Herdiansyach, S.Pd., mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, menurutnya, persoalan air bersih tidak semestinya terus diselesaikan dengan pola bantuan tangki setiap musim kemarau.
“15 ribu liter air yang kami salurkan hari ini adalah bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi harapan kami jauh lebih besar dari sekadar membagikan air. Kami ingin persoalan air bersih di Maros dibicarakan sebagai persoalan sistem,” ujar Ikram.
HPPMI Maros mendorong pemerintah daerah melakukan pembenahan secara struktural, mulai dari sumber air, infrastruktur, jaringan distribusi hingga tata kelola pelayanan.
“Jangan sampai setiap musim kemarau masyarakat kembali menunggu tangki datang. Air bersih harus menjadi sistem pelayanan yang bisa diandalkan, bukan sekadar bantuan darurat,” tegasnya.
HPPMI menilai distribusi air melalui armada tangki memang penting sebagai solusi jangka pendek. Namun, tanpa pembangunan infrastruktur dan sistem pelayanan permanen, krisis air berpotensi terus berulang setiap tahun, khususnya di wilayah yang rentan terdampak kemarau.
Organisasi tersebut juga mengapresiasi dukungan BPBD Maros dan Kodim 1422 Maros. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting dalam menangani persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
HPPMI Maros berharap pola kolaborasi pentahelix, yang melibatkan pemerintah, aparat, organisasi kepemudaan dan mahasiswa, dunia usaha serta masyarakat, dapat diperkuat.
Bagi HPPMI, kegiatan penyaluran 15.000 liter air diharapkan menjadi momentum untuk mendorong kebijakan yang memastikan akses air bersih bagi masyarakat Maros tersedia secara merata, berkelanjutan dan berkeadilan.













