Pangkep – reaksipress.com – SMAN 1 Pangkep menerima mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA) yang mengikuti program Kemahiran Aplikasi Lapangan (KEMAL), Kamis (8/10/2026). Program tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan untuk memperkuat pengalaman dan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik.
Mengusung tema “Mengajar Mendalam, Berinovasi Cerdas, Mendidik Bermakna”, pelaksanaan KEMAL tidak diarahkan sebatas praktik mengajar di ruang kelas. Mahasiswa didorong memahami karakter peserta didik, merancang pembelajaran yang relevan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta membangun pengalaman belajar yang mendorong keterlibatan aktif siswa.
Penerimaan mahasiswa diawali dengan pengarahan dan penyerahan mahasiswa dari pihak Universitas Muslim Maros kepada SMAN 1 Pangkep. Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ince Nasrullah, S.Pd., M.Hum., mengatakan mahasiswa yang ditempatkan di sekolah diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai tugas dan tanggung jawab guru.
“Mahasiswa yang kami serahkan pada hari ini merupakan calon pendidik yang diharapkan dapat memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang guru, sekaligus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman langsung di satuan pendidikan penting karena kompetensi keguruan tidak cukup dibangun melalui pembelajaran teoritis di perguruan tinggi. Mahasiswa perlu berhadapan dengan dinamika kelas, karakter peserta didik, budaya sekolah, serta berbagai persoalan pembelajaran yang membutuhkan kemampuan adaptasi dan pengambilan keputusan.
Kepala SMAN 1 Pangkep, Syamsul Ardi, S.Pd., M.Pd., menilai KEMAL dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus membangun kolaborasi dengan guru dan warga sekolah.
“Melalui Kemal ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengajar, tetapi juga belajar memahami dunia pendidikan secara utuh. Guru bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan membimbing, menginspirasi, dan memberikan makna bagi peserta didik,” kata Syamsul.
Selama KEMAL, mahasiswa akan mengikuti sejumlah aktivitas pendidikan, antara lain observasi lingkungan dan budaya sekolah, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, pendampingan peserta didik, hingga keterlibatan dalam berbagai kegiatan sekolah.
Rangkaian tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik yang diperoleh di kampus dengan praktik pendidikan di lapangan.
Konsep “mengajar mendalam” dalam tema KEMAL menempatkan pembelajaran bukan sekadar proses menyampaikan materi. Mahasiswa dituntut mendorong pemahaman, kemampuan berpikir kritis, interaksi, dan partisipasi aktif peserta didik.
Sementara itu, “berinovasi cerdas” menekankan pemanfaatan kreativitas dan teknologi secara tepat guna. Adapun “mendidik bermakna” menggarisbawahi bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembentukan karakter dan perkembangan peserta didik.
Dengan pendekatan tersebut, KEMAL diharapkan menjadi ruang pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional, sementara sekolah mendapatkan tambahan perspektif dan gagasan pembelajaran dari lingkungan akademik perguruan tinggi.
Program KEMAL juga memperlihatkan peran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muslim Maros dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia pendidikan secara lebih nyata.
Untuk diketahui bersama, FKIP UMMA berawal dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) YAPIM yang berdiri pada 1984. Setelah Universitas Muslim Maros terbentuk pada 2017, STKIP YAPIM bertransformasi menjadi FKIP UMMA.
Saat ini FKIP UMMA mengelola enam program studi, yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Fisika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada jenjang S1, serta Pendidikan Bahasa Indonesia pada jenjang S2.
Kehadiran mahasiswa FKIP di sekolah melalui program seperti KEMAL menjadi bagian penting dari proses pembentukan calon guru yang tidak hanya menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Laman resmi FKIP UMMA juga mencatat KEMAL sebagai program asistensi mengajar pada satuan pendidikan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi akademiknya di lingkungan sekolah.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah karena itu memiliki nilai strategis. Sekolah menjadi laboratorium sosial dan pedagogis bagi calon guru, sedangkan perguruan tinggi dapat terus memperoleh masukan mengenai kebutuhan dan dinamika pendidikan di lapangan.
SMAN 1 Pangkep berharap kehadiran mahasiswa KEMAL dapat memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami profesi guru secara lebih komprehensif.
“Selamat datang dan selamat belajar di SMAN 1 Pangkep. Mari bersama-sama mengajar dengan kedalaman, berinovasi dengan kecerdasan, dan mendidik dengan penuh kebermaknaan,” demikian pesan sekolah dalam menyambut mahasiswa peserta KEMAL.













