Opini – reaksipress.com – Thomas Hendrik, perwakilan masyarakat Jawa Barat, hadir bukan sekadar membawa isu energi hijau — tetapi juga membawa roh kearifan lokal yang telah lama hidup di tengah masyarakat adat. Dalam pandangan budaya Sunda, alam bukan objek eksploitasi, melainkan ibu kehidupan yang harus dihormati dan dijaga keseimbangannya.
Energi hijau sejalan dengan nilai-nilai leluhur: ngejaga leuweung, ngarasakeun cai, ngaraksa bumi. Semua berakar pada prinsip harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Maka ketika berbicara soal transisi energi, masyarakat adat tidak hanya bicara soal teknologi panel surya atau turbin angin, tetapi juga soal cara hidup yang adil bagi alam dan manuekologi
Energi terbarukan akan benar-benar “bersih” bila disertai jiwa yang bersih — menghargai tanah tempat berpijak dan menjaga kehidupan yang tumbuh di atasnya.
Dari kearifan lokal inilah, dunia belajar bahwa masa depan hijau bukan sekadar urusan mesin, tapi kesadaran budaya dan moralitas ekologis.











