Halteng – reaksipress.com – Seiring dengan usainya perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dan dilantiknya kepemimpinan baru di Desa Tilope, Kecamatan Weda Selatan, fokus masyarakat kini beralih pada agenda yang jauh lebih besar: persatuan dan pembangunan desa. Dinamika politik yang sempat membelah dukungan warga diimbau untuk segera diakhiri demi melangkah bersama menuju masa depan Tilope yang lebih maju dan berkeadilan.
Pesan kesejukan dan ajakan rekonsiliasi bergema kuat di tengah masyarakat. Tidak ada lagi sekat antara “tim pemenangan” maupun kelompok pendukung tertentu, karena kontestasi telah usai. Saat ini seluruh elemen warga Tilope dipanggil untuk kembali merapatkan barisan sebagai satu kesatuan masyarakat hukum adat dan sosial yang utuh.
Persatuan ini menjadi fondasi utama dalam mengawal roda pemerintahan desa yang baru. Pembangunan yang efektif dan berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya partisipasi aktif dan pengawasan melekat dari masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan bersama terhadap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) menjadi komitmen kolektif yang harus ditegakkan.
Sikap kritis namun konstruktif dari warga, serta dukungan lembaga independen seperti Gerakan Pemerhati Hukum dan Lingkungan Pesisir Selatan (GPS), menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap rupiah dana desa dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan anggaran ini bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan wujud rasa memiliki (sense of belonging) warga terhadap pembangunan desanya.
Dengan melupakan perbedaan masa lalu dan memfokuskan energi pada pengawasan serta partisipasi pembangunan, Desa Tilope berpeluang besar menjadi teladan tata kelola pemerintahan desa yang terbuka, adil, dan berorientasi sepenuhnya pada kepentingan seluruh rakyat.













