Kopi, Kawali, dan Siri’

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Feature – reaksipress.com – Ada sesuatu yang khas dari secangkir kopi. Rasanya pahit, aromanya kuat, tetapi selalu punya cara untuk membuat orang masseddi’—duduk bersama, berbagi cerita, dan membuka percakapan.

Bagi sebagian masyarakat Bugis-Makassar, kopi bukan sekadar minuman untuk mengusir kantuk. Ia adalah teman tudang sipulung, duduk bersama dalam suasana yang cair, ketika cerita tentang kehidupan, pekerjaan, keluarga, hingga persoalan kampung mengalir tanpa banyak sekat.

Secangkir kopi bisa menjadi awal dari sipakainge’—saling mengingatkan. Percakapan yang sederhana dapat berubah menjadi nasihat. Yang tua memberi pappaseng, pesan atau petuah kehidupan kepada yang muda. Sebab, dalam budaya Bugis-Makassar, kata-kata bukan sekadar bunyi, tetapi dapat menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.

Di dekat secangkir kopi itu, kawali memiliki cerita yang berbeda.

Kawali atau badik bukan sekadar sebilah benda. Ia merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Sulawesi Selatan yang memiliki perjalanan panjang dalam kehidupan sosial dan budaya Bugis-Makassar.

Tetapi makna kawali tidak berhenti pada bentuknya.

Ia dapat dibaca sebagai pengingat tentang siri’—harga diri, kehormatan, dan martabat yang harus dijaga. Siri’ bukan alasan untuk merendahkan orang lain. Sebaliknya, ia mengajarkan seseorang untuk menjaga kehormatan diri sekaligus menghormati martabat sesamanya.

Di situlah sipakatau menemukan maknanya: memanusiakan manusia.

Ada pula sipakalebbi—saling menghormati dan memuliakan. Lalu sipakainge’—saling mengingatkan ketika seseorang mulai keluar dari jalan yang semestinya.

Nilai-nilai itu membuat kawali tidak harus dibaca sebagai lambang keberanian fisik. Ia dapat menjadi simbol getteng, keteguhan memegang prinsip, sekaligus pengingat bahwa keberanian sejati tidak selalu ditunjukkan dengan kekerasan.

Kopi mengajarkan manusia untuk mappasitinaja—menempatkan sesuatu secara patut dan sewajarnya. Tidak tergesa-gesa, tidak berlebihan.

Kawali mengingatkan tentang getteng—teguh pada prinsip dan pendirian.

Sementara siri’ na pacce mengajarkan bahwa harga diri berjalan bersama kepedulian terhadap sesama. Pacce adalah rasa empati dan solidaritas terhadap penderitaan orang lain.

Maka, di antara pahit kopi dan dinginnya logam kawali, tersimpan satu pelajaran sederhana: hidup bukan hanya tentang bagaimana seseorang mempertahankan dirinya, tetapi juga bagaimana ia menghargai orang lain.

Kopi diminum untuk menghangatkan percakapan. Kawali disimpan sebagai warisan. Siri’ dijaga sebagai martabat.

Dan ketika semua itu masih dipahami, kebudayaan tidak pernah benar-benar hilang.

Ia tetap hidup dalam tutur kata, dalam pappaseng yang diwariskan, dalam sipakatau, sipakalebbi, sipakainge’, dan dalam secangkir kopi yang menemani manusia duduk bersama.

Sebab, yang diwariskan oleh leluhur bukan hanya benda.

Yang lebih penting adalah ada’—tata nilai dan adat yang mengajarkan bagaimana manusia seharusnya hidup, menghormati, dan menjaga kehormatan.

Kopi mungkin akan habis dalam satu cangkir.

Kawali mungkin suatu hari akan menjadi tua.

Tetapi siri’, ada’, dan pappaseng akan terus hidup selama masih ada orang yang bersedia meminum kopi sambil mendengar, berbicara, dan mengingat pesan para pendahulu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Sapu 12 Kilometer, Weda Selatan Kejar Adipura

Weda Selatan – reaksipress.com - Persiapan menghadapi penilaian Adipura...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Alsintan Disimpan di Tepi Sungai, Ini Penjelasan Dinas Pertanian Maros

Maros - reaksipress.com - Delapan alat dan mesin pertanian...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Sapu 12 Kilometer, Weda Selatan Kejar Adipura

Weda Selatan – reaksipress.com - Persiapan menghadapi penilaian Adipura...

Rumah Kost Menjamur di Turikale

Maros – reaksipress.com - Rumah kost semakin mudah dijumpai...

Polres Maros Ungkap 62 Kasus Narkoba, Modus Akun Palsu IG Terbongkar

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Polisi Ungkap Dugaan Pabrik Narkotika Cair di Maros, Lima Orang Ditahan

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres...

Selang Pengisian Jauh dari SPBN, Penyaluran Dipertanyakan

Maros – reaksipress.com - Keberadaan selang penyaluran solar bersubsidi...

Ada Tambang di Bentang Geopark Maros?

Maros – reaksipress.com - Dugaan aktivitas pertambangan di Desa...