Maros – reaksipress.com – Setelah heboh karena dititipkan di tepi sungai dan menguatnya aroma “mahar” dalam bantuan alsintan di Kabupaten Maros, yang telah dibantah oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana beberapa waktu lalu, sebelas alsintan tersebut akhirnya dibagikan oleh Bupati pada Rabu (30/09/2026).
Di hadapan masyarakat dan kelompok tani penerima, Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.M., berharap bahwa bantuan alsintan ini bisa membantu meningkatkan kesejahteraan petani Maros dan bisa digunakan sebaik-baiknya untuk anggota kelompok.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros dan unsur-unsur pemerintah desa, kecamatan, juga turut serta menyaksikan penyerahan bantuan 7 unit combine harvester dan 4 unit crawler/rotavator kepada sebelas kelompok tani.
Kasi Datun Kejari Maros, Mona Lasisca Sugiyanto, menjelaskan pihaknya mendampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros berdasarkan permohonan resmi. Salah satu fokus pendampingan adalah memastikan kelompok penerima bantuan sesuai dengan data dan keputusan Kementerian Pertanian.
“Jangan sampai kelompok penerima ini bukan kelompok yang terdaftar atau tidak sesuai dengan keputusan dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Selain memastikan penerima sesuai ketentuan, pengawasan juga diarahkan pada pemanfaatan bantuan setelah diterima. Kelompok tani diwajibkan memelihara alsintan dan tidak mengomersialkan bantuan pemerintah tersebut serta harus melaporkan secara berkala untuk memantau pemanfaatan bantuan.
Dewan Penasihat Perisai Prabowo Kabupaten Maros yang turut hadir dalam acara penyerahan bantuan di Dusun Makuring, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, mengapresiasi penyerahan bantuan kepada petani. Dia berharap bahwa isu mahar hanyalah hoaks yang sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.
“Tentu kita semua berharap bahwa bantuan ini betul-betul tanpa mahar, sesuai dengan klarifikasi dari Pak Kabid beberapa waktu lalu. Adapun terkait rekaman telepon WA yang meminta mahar dan menyebut nama petinggi di dinas tentu akan kami telusuri lebih lanjut, termasuk jika memiliki delik hukum tentu kami mempertimbangkan untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum,” jelas Makmur.
Menurut Makmur, langkah ini dilakukan Perisai Prabowo Maros sesuai dengan amanah yang diberikan oleh DPP Perisai Prabowo pascadikukuhkan oleh Hashim Sujono Djojohadikusumo (adik Presiden Prabowo Subianto) pada Agustus lalu dan resmi berada dalam naungan Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) untuk mengawal setiap bantuan kepada rakyat dan memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan bebas pungli.
Perisai Prabowo menghargai bantahan yang disampaikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana terhadap rekaman yang beredar luas tersebut, namun pihaknya tidak akan berhenti pada kesimpulan tersebut. Bersama tim investigasi, Perisai Prabowo akan melakukan penelusuran secara mendalam.
“Isu mahar bukan kali ini saja, namun setiap kali ada bantuan alsintan pasti muncul lagi dan ini harus di-clear-kan. Supaya tidak ada yang menjadi korban,” pungkasnya.













