Makassar – reaksipress.com— Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen. Pol. Rusdi Hartono, menyuarakan sikap tegasnya terhadap maraknya praktik penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah hukumnya. Di hadapan jajarannya, perwira tinggi bintang dua ini menampik keras dugaan keterlibatan institusinya dalam aktivitas yang ia sebut sebagai “permainan haram”.
“Paling banyak itu keluhan masyarakat terkait BBM illegal. Tindak! Saya Kapolda, dan saya katakan, tidak terlibat di situ. Gak ada itu Kapolda terlibat BBM illegal,” kata Irjen Rusdi dalam pernyataan resmi, Senin, 21 Juli 2025.
Statemen itu dilontarkan menyusul maraknya aksi unjuk rasa masyarakat dan ramainya pemberitaan di media sosial serta media daring soal dugaan keterlibatan aparat dalam distribusi BBM ilegal. Rusdi tak tinggal diam.
Ia langsung menginstruksikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel untuk bertindak tanpa ragu.
“Krimsus, tindak sudah. Apa ragunya? Lihat pimpinanmu, saya tidak terlibat permainan-permainan illegal seperti itu,” ucapnya, dengan nada tinggi.
Jenderal kelahiran Sumatera itu bahkan menyatakan kesiapannya menjadi tameng bagi anak buahnya yang bertindak benar. “Kalau Anda sudah berbuat benar, saya jadi bumper-nya. Apapun saya hadapi,” ujar Rusdi menegaskan.
Sinyal dari pucuk pimpinan kepolisian daerah ini menjadi angin segar bagi warga Sulawesi Selatan yang sudah jenuh dengan kelangkaan BBM bersubsidi, terutama solar. Irjen Rusdi menyebut dirinya mendengar langsung suara masyarakat yang berkali-kali menyuarakan keresahan, baik melalui aksi demonstrasi maupun kampanye daring.
“Masyarakat sudah sering kali demo, media sosial ramai, berita online muncul. Itu semua harus dijadikan peringatan. Krimsus, Polres-Polres juga harus bergerak,” ucapnya.
Kapolda Rusdi mengingatkan kembali pada janji institusinya untuk menjadi pelayan masyarakat. Menurutnya, tulisan “Polri untuk Masyarakat” yang tersemat di seragam bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus dipegang teguh setiap personel.
“Bersihkan itu semua. Sekali lagi, pimpinanmu tertinggi, Kapolda, tidak terlibat yang begitu-begitu. Tertibkan! Siapapun yang terlibat. Ini semua jadi saksi. Jangan ada yang berpikir Kapolda ikut main. Demi Allah SWT, satu tetes pun saya tidak terlibat,” katanya lantang.
Pernyataan Kapolda ini disambut positif oleh sejumlah tokoh masyarakat. Ketua Umum LMR-RI Sulsel, Idham Jaya Gaffar, menyebut komitmen Rusdi Hartono sebagai harapan baru bagi publik untuk bisa kembali menikmati BBM tanpa rasa waswas.
“Komitmen tegas Kapolda Sulsel, Irjen. Pol. Rusdi Hartono, merupakan pelita bagi masyarakat tanpa adanya kekhawatiran monopoli dari para pelaku mafia BBM ilegal,” ujarnya.
Kini, sorotan tertuju pada langkah konkret jajaran Polda Sulsel dalam menindaklanjuti instruksi tersebut. Apakah aparat benar-benar akan menjadi garda terdepan atau justru kembali tenggelam dalam pusaran permainan gelap BBM?