Lahan Dipakai 8.000 Meter, Dibayar 4.998 Meter: Syarifuddin Minta Kejelasan

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Maros – reaksipress.com – Persoalan pembebasan lahan proyek jalur kereta api kembali mencuat di Kabupaten Maros. Puluhan warga mendatangi Kantor Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan di Maros untuk mempertanyakan kepastian penyelesaian ganti rugi tanah yang mereka klaim belum tuntas.

Salah satu warga, Syarifuddin, menyoroti persoalan yang menurutnya paling mendasar: perbedaan luas tanah yang terdampak proyek dengan luas lahan yang menjadi dasar pembayaran ganti rugi.

Tanah milik Syarifuddin berada di Lingkungan Pangkajene RT 01/RW 04, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Ia menyebut memiliki lahan dengan luas sekitar 11.000 meter persegi.

Menurut Syarifuddin, dalam pembangunan jalur kereta api, lahan yang terdampak atau diambil untuk kebutuhan proyek mencapai lebih dari 8.000 meter persegi. Namun, dalam proses penilaian dan pembayaran ganti rugi, luas yang diperhitungkan hanya 4.998 meter persegi.

Perbedaan tersebut mencapai lebih dari 3.000 meter persegi jika dibandingkan dengan luas lahan yang disebut terdampak proyek.

Bagi Syarifuddin, persoalannya bukan semata soal nilai uang ganti rugi. Ia meminta kejelasan mengenai dasar pengukuran, batas bidang tanah yang digunakan untuk proyek, serta dasar hukum dan dokumen yang menjadi acuan pembayaran.

Ia mempertanyakan bagaimana lahan yang menurut penguasaannya terdampak lebih dari 8.000 meter persegi kemudian hanya menjadi 4.998 meter persegi dalam proses pembayaran.

Persoalan ini menjadi penting karena pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum pada prinsipnya harus melalui proses yang terukur, termasuk identifikasi dan inventarisasi bidang tanah, penilaian oleh penilai independen, serta pemberian ganti kerugian kepada pihak yang berhak.

Ketidakjelasan mengenai luas bidang yang menjadi dasar pembayaran berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak segera diverifikasi melalui dokumen pengukuran dan data pertanahan yang dapat diperiksa bersama.

Menanggapi aspirasi warga, perwakilan BPKA Wilayah Sulawesi Selatan, Hasnan dan Hasbudi, menyampaikan apresiasi atas kedatangan masyarakat. Mereka menyatakan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama instansi terkait. BPKA juga menyatakan akan mencari solusi terhadap berbagai kendala pembebasan lahan proyek kereta api di wilayah Maros dan Pangkep.

Namun, bagi Syarifuddin, tindak lanjut tersebut perlu berujung pada kejelasan konkret, bukan sekadar koordinasi. Ia membutuhkan kepastian mengenai berapa luas tanah yang sebenarnya digunakan untuk proyek, berapa luas yang telah dibayarkan, dan bagaimana penyelesaian terhadap selisih luas tersebut.

Kasus Syarifuddin sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan pembebasan lahan tidak berhenti pada pembayaran ganti rugi. Akurasi pengukuran dan transparansi dasar pembayaran menjadi bagian penting untuk memastikan hak pemilik tanah tidak terabaikan dalam pembangunan infrastruktur.

Pemerintah dan pihak pelaksana proyek kini dituntut membuka kembali data pengukuran dan dokumen terkait agar perbedaan luas tersebut dapat diverifikasi secara terbuka bersama pemilik lahan.

Jika memang terdapat kekeliruan administrasi atau pengukuran, penyelesaiannya semestinya dilakukan berdasarkan dokumen dan mekanisme hukum yang berlaku. Jika tidak, warga tetap memiliki ruang untuk mempertanyakan dasar penetapan ganti kerugian melalui jalur yang tersedia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Sedang Populer

Populer Pekan Ini

Sepekan, 8 Kasus Narkoba Terbongkar di Maros

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Maros...

KHF II dan Jejak Baru Pelestarian Karst Maros-Pangkep

Maros – reaksipress.com - Pelestarian Karst Maros-Pangkep tak cukup...

PARAKANG

Malam di Maros tidak pernah benar-benar gelap. Di antara rumah-rumah...

Kadis TPHBun Sulsel dan REPRO Maros Bahas Transparansi Aset Pabrik Benih Jagung

Maros – reaksipress.com - Suasananya santai, ditemani kopi dan...

Bersama Kodim 1422 dan BPDB, HPPMI Salurkan Air Untuk Warga Pesisir

Maros – reaksipress.com - Krisis air bersih kembali dialami...

Exclusive News

Jembatan Rusak Parah, Abel Minta Pemerintah Maros Untuk Peduli

Maros - reaksipress.com - Jembatan yang menghubungkan dua desa...

Huntap Talise Palu: Menikmati Kuliner dari Ketinggian

Sulteng  - reaksipress.com - Kawasan Huntap (Hunian Tetap) Talise...

Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah, Pengurus PORDI Maros Resmi Dilantik

Maros, reaksipress.com – Dalam suasana penuh khidmat, Pengurus Perkumpulan...
spot_imgspot_img

Rekomendasi

Kejahatan Lingkungan

Korupsi

Pengangguran

Pendidikan

Kuliner & Travel

Kuliner & Travel

ReaksiNews

Kadis TPHBun Sulsel dan REPRO Maros Bahas Transparansi Aset Pabrik Benih Jagung

Maros – reaksipress.com - Suasananya santai, ditemani kopi dan...

Ince Jamaluddin Pimpin MKKS Maros

Maros – reaksipress.com - Musyawarah Kabupaten Musyawarah Kerja Kepala...

10 Tahun Tanah Belum Dibayar, Pemilik Demo Kantor Balai Kereta Api

Maros – reaksipress.com - Sepuluh tahun berlalu, tetapi sebagian...

PBG Gowa Berujung Penggeledahan Rujab Bupati

Gowa – reaksipress.com -  Penyidikan dugaan pungutan liar (pungli)...

PARAKANG

Malam di Maros tidak pernah benar-benar gelap. Di antara rumah-rumah...

Sepekan, 8 Kasus Narkoba Terbongkar di Maros

Maros – reaksipress.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Maros...