Maros – reaksipress.com – Sejumlah pedagang di Pasar Tramo, Kabupaten Maros, mengeluhkan sepinya pembeli dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kedekatan Pasar Tramo dengan Terminal Pelelangan Ikan (TPI) yang baru dibangun.
Menurut para pedagang, banyak warga, baik dari Maros maupun daerah lain, yang memilih untuk berbelanja di TPI. Alasannya, di TPI tidak hanya tersedia ikan segar, tetapi juga berbagai kebutuhan dapur lainnya, seperti sayur, buah, dan bumbu-bumbu. Bahkan, di TPI juga terdapat penjual pakaian dan pecah belah.
“Dulu, banyak orang yang datang ke Pasar Tramo untuk membeli berbagai kebutuhan. Tapi sekarang, banyak yang lebih memilih ke TPI karena di sana lebih lengkap,” ujar salah satu pedagang, Ibu Sari.
Keberadaan TPI yang lengkap ini membuat banyak warga tidak lagi ke Pasar Tramo untuk membeli kebutuhan sembako. Hal ini tentu saja berdampak pada pendapatan para pedagang di Pasar Tramo.
“Penjualan saya menurun drastis sejak TPI dibuka. Dulu, saya bisa mendapatkan omzet hingga Rp 5 juta per hari. Tapi sekarang, hanya sekitar Rp 1 juta,” keluh Ibu Sari.
Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah untuk membantu mereka. Salah satu yang mereka sarankan adalah dengan melakukan penataan kembali Pasar Tramo agar lebih menarik dan nyaman bagi pengunjung.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu kami untuk menata kembali Pasar Tramo. Mungkin dengan menambah fasilitas atau membuat program promosi,” kata Ibu Sari.
Selain itu, para pedagang juga meminta agar pemerintah daerah dapat lebih tegas dalam menertibkan pedagang kaki lima di sekitar TPI. Karena, menurut mereka, keberadaan pedagang kaki lima tersebut juga turut memperparah sepinya Pasar Tramo.